Rutan di Mako Brimob Rusuh, Jateng Siaga 1

Polisi melakukan pengamanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok pasca-bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
11 Mei 2018 09:40 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polda Jateng memberlakukan siaga 1 setelah kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Salemba yang berlokasi di dekat Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jakarta, Rabu (9/5/2018). Sementara itu, Polresta Surakarta memperketat pengamanan di mapolresta dan mapolsek sesuai instruksi Polda Jateng.

“Polda Jateng mulai hari ini [Kamis] memberlakukan status siaga 1. Penetapan status siaga 1 ini sesuai instruksi dari pimpinan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Agus Triatmaja, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (10/5/2018).

Agus mengungkapkan penetapan status siaga 1 tersebut dilakukan sehari setelah kerusuhan di Rutan Mako Brimob yang menewaskan lima anggota terbaik Polri. Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono juga memberikan imbauan agar setiap satuan wilayah (satwil) Polri di Jateng meningkatkan kesiapsiagaan di masing-masing daerah.

Pengamanan di mapolres, mapolresta, dan mapolsek mulai hari ini harus diperketat. “Anggota yang bertugas di lapangan diminta waspada tanpa sedikit pun merasa takut terhadap ancaman terorisme. Kami pastikan sampai saat ini kondisi keamanan di wilayah Jateng aman dan kondusif,” kata dia.

Polda Jateng, lanjut dia, akan mencabut status siaga 1 kalau sudah ada pemberitahuan dari pimpinan Polri. Polda Jateng dalam pengamanan berkoordinasi dengan pimpinan di daerah untuk memastikan kondisi wilayah Jateng aman dan kondusif.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan situasi di Kota Bengawan sampai saat ini aman dan kondusif. Setelah kejadian kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Polresta Surakarat tidak memberlakukan pengamanan berlebihan agar tidak membuat warga takut.

“Kami melakukan pengamanan di mapolres dan mapolsek sesuai SOP [standard operating procedure] Polri. Kalau ada tamu yang datang wajib melapor di pos petugas keamanan,” kata dia.

Ia juga mengimbau anggota yang bertugas di lapangan agar berhati-hati dengan membawa alat-alat tugas lengkap. Polresta siap mengamankan warga tanpa sedikit pun takut terhadap ancaman terorisme.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas 1A Solo, Urip Dharma Yoga, mengungkapkan Rutan Solo telah meminta bantuan kepada TNI dan Polri untuk meningkatkan patroli di wilayah Rutan setelah kejadian rusuh di Rutan Mako Brimob. Peningkatan patroli tersebut sebagai langkah antisipasi agar kerusuhan di Rutan Mako Brimob tidak menjalar di Rutan Solo.

“Kejadian rusuh Rutan Mako Brimob pasti sudah banyak didengar warga binaan di Rutan Solo. Kami perlu melakukan antisipasi sejak dini dengan pendekatan persuasif kepada warga binaan,” ujar Urip saat ditemui Solopos.com di Rutan Solo, Kamis.

Ia menjelaskan jumlah penghuni di Rutan Solo sampai tanggal 10 Mei sebanyak 629 orang. Petugas keamanan selalu memenuhi kebutuhan warga binaan seperti memberikan hiburan bermain band saat libur dan mengadakan diskusi untuk menampung aspirasi warga binaan.

“Kami juga rutin menggelar razia di kamar tahanan untuk mencari barang berbahaya dan ponsel yang kemungkinan disimpan warga binaan. Saya mengimbau warga binaan tidak bertindak gegabah seperti melakukan pelawanan terhadap petugas keamanan karena dapat merugikan orang banyak,” kata dia.