BI Solo Batasi Penukaran Uang Baru Maksimal Rp4,4 Juta

Ilustrasi menghitung uang rupiah. (Bisnis/Dwi Prasetya)
19 Mei 2018 07:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bank Indonesia (BI) membatasi penukaran uang baru menjelang Lebaran 2018  maksimal Rp4,4 juta per orang.

Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, menjelaskan nilai penukaran uang sengaja diatur agar terjadi pemerataan. Masyarakat yang baru saja menukar uang di salah satu bank akan diminta mencelupkan jari kelingking ke tinta biru.

"Mekanisme ini kami lakukan untuk menghindari satu penukar berpindah-pindah bank dalam satu hari karena kecenderungan itu terjadi saat penukaran uang baru jelang Lebaran tahun lalu," kata Bandoe kepada wartawan di Kantor BI Solo, Jumat (18/5/2018).

Sementara itu, Bandoe menyebutkan Bank Indonesia  bersama perbankan akhirnya menentukan nilai estimasi kebutuhan uang baru menjelang Lebaran tahun ini senilai Rp5,034 triliun atau naik 9,09% dibandingkan Lebaran 2017 senilai Rp4,6 triliun.

Beberapa hal yang mendasari kenaikan kebutuhan uang adalah tren peningkatan kebutuhan uang kartal dan perferensi dari bank. Selain itu penambahan hari libur menjadi 12 hari juga diprediksi menaikkan kebutuhan uang.

Uang baru senilai Rp5,034 triliun didominasi uang pecahan besar di atas Rp20.000-an sebanyak 89,6% atau senilai Rp4,48 triliun sedangkan uang pecahan kecil di bawah pecahan Rp10.000-an hanya 10,4% atau senilai Rp551 miliar.

Soal strategi pelayanan penukaran uang baru, Bank Indonesia memperluas lokasi penukaran. BI bekerja sama tidak hanya dengan bank umum tapi juga BPR dan pegadaian.

"Kalau tahun lalu BPR bisa melayani penukaran setelah menjadi kepanjangan tangan bank umum. Untuk tahun ini BPR dan pegadaian masih dalam pilot project dan kami siap memasok uang baru ke BPR dan pegadaian secara terbatas jadi tidak semua BPR dan pegadaian dilibatkan," kata Bandoe.

Dengan keterlibatan bank, BPR, dan pegadaian, jumlah lokasi penukaran uang baru di Soloraya ada 111 lokasi, lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 86 lokasi. Dari 111 lokasi itu akan ada pembagian yakni BI akan melayani penukaran untuk uang cacat, ditarik dan rusak, serta penukaran dari instansi dan korporat.

"Penukaran uang ritel akan dilayani bank umum, BPR, dan pegadaian."

Layanan penukaran uang oleh BI melalui kas keliling sudah dimulai Rabu-Kamis (16-17/5/2018) di Stasiun Purwosari. BI juga akan melayani penukaran di terminal dan pasar termasuk penukaran bersama akan dilaksanakan di enam kabupaten dan di Kota Solo akan dilaksanakan di Benteng Vastenburg, 5-7 Juni.

"Saat ada penukaran bersama, loket-loket bank tidak melayani penukaran agar geliat penukaran uang di Benteng Vastenburg lebih terasa," imbuh Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) BI Solo, Bakti Artanta.

Ketua Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Solo, Aziz Soleh, mengatakan ada delapan BPR dan dua BPR syariah di Soloraya yang dipercaya BI melayani penukaran uang baru. Masing-masing kabupaten ada satu BPR dan di Kota Solo ada dua BPR.

"Meskipun hanya ada delapan BPR yang ditunjuk BI, tapi 73 BPR lainnya di Soloraya juga siap melayani penukaran baru terutama BPR yang menjadi perpanjangan tangan dari bank umum."

Area Head Mandiri Solo Sriwedari, Linda Permatasari, menyatakan Bank Mandiri akan melayani penukaran uang baru. Jika pada tahun lalu sehari dibatasi 100 penukar, tahun ini ditambah jadi 150 penukar per hari.

Pimpinan Pegadaian Purwotomo, Nur Wahid, mengatakan tahun lalu Pegadaian Purwotomo difasilitasi BNI untuk bisa melayani penukaran uang baru. "Dan tahun ini langsung dari BI. Pegadaian di Soloraya punya 12 cabang dengan 71 outlet. Jika ujicoba ini berhasil kami berharap layanan penukaran uang bisa dikembangkan ke cabang lain," kata Nur Wahid.