Lima Peserta Lelang Jabatan Pemkot Solo Gugur

Ilustrasi PNS (Istimewa/Setkab.go.id)
20 Mei 2018 02:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Peserta lelang jabatan eselon II  di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai berguguran. Lima peserta dinyatakan tidak lolos dalam tahapan uji program dan gagasan promosi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama eselon II di lingkungan Pemkot Solo. Sementara 30 peserta yang lolos akan maju ke tahap uji kompetensi.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) promosi JPT Pratama Eselon II Pemkot Solo, Anwar Hamdani, mengatakan panel rapat pleno hasil uji program dan gagasan bagi peserta lelang jabaran eselon II. “Sudah kami pertimbangkan sesuai masukan dan penilaian dari masing–masing penguji, lima peserta dinyatakan tidak lolos,” kata dia ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (17/5/2018).

Uji program dan gagasan dilaksanakan selama tiga hari, Senin-Rabu (14-16/5/2018), di Hotel Sahid Jaya Solo. Sebanyak 35 peserta mengikuti uji program dan gagasan untuk lima jabatan eselon II. Lima jabatan tersebut adalah kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP), anggota Staf Ahli Wali Kota Bidang Keuangan dan Pembangunan, kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP). Kemudian anggota staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta anggota Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan tahap uji program, pansel langsung melakukan rapat pleno untuk menentukan siapa saja yang berhasil maju ke seleksi lanjutan. Dari hal tersebut penentuan juga dilakukan melalui penguasaan peserta saat memaparkan program untuk pengembangan Kota Solo.

“Kami menilai dari gagasan, ide, dan program yang dipaparkan tiap peserta, terkait pengembangan Kota Solo sesuai dengan posisi yang mereka pilih,” katanya.

Anwar menambahkan peserta yang dinyatakan lolos mendapat nilai passing grade 3,2. Sedangkan lima peserta masing-masing tiga peserta posisi kepala Disperum KPP, serta dua peserta posisi anggota Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia nilai mereka di bawah passing grade tersebut. Dengan demikian panitia seleksi menyatakan mereka tidak lolos dalam uji program dan gagasan.

“30 Peserta selanjutnya bakal mengikuti uji kompetensi, uji tertulis dan focus group discussion [diskusi kelompok terarah],” katanya.

Uji kompetensi meliputi manajerial dan penguasaan bidang kerja. Dalam uji kompetensi ini pansel menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Anwar menilai uji kompetensi diperlukan untuk mengetahui kapasitas dan kapabilitas masing-masing peserta di formasi yang dipilih.

Pansel akan melihat bagaimana sistem manajerial dan penguasaan bidang dari para peserta. Setelah uji kompetensi, pansel akan mengumumkan peserta yang lolos ke tahapan lanjutan yakni wawancara akhir. Selain itu pansel akan menelusuri rekam jejak masing-masing calon. Rekam jejak akan menjadi salah satu penentu penilaian akhir dalam lelang jabatan.

“Kami akan cek ke tempat tugas calon untuk mencari track record,” katanya.