Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Tunggu Deal dengan PT Wika

Taman Sriwedari Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
20 Mei 2018 17:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Realisasi pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo molor karena masih menunggu finalisasi kebutuhan anggaran dari PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor pelaksana. Panitia menargetkan pembangunan masjid di kawasan cagar budaya tersebut dikerjakan setelah Lebaran 2018 mendatang.

Padahal rencana awal, Masjid Sriwedari Solo mulai dibangun akhir Maret lalu. “Sekarang masih hitung-hitungan dengan PT. Wika. Karena ada selisih antara permintaan sini [panitia] dan sana [PT Wika],” kata Ketua Tim Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari sekaligus Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo, Minggu (20/5/2018).

Sesuai hitungan awal panitia, kebutuhan anggaran pembangunan Masjid Taman Sriwedari Rp160 miliar. Namun dana tersebut membengkak hingga Rp20 miliar lebih sesuai hitungan PT Wika seiring perbaikan kualitas bangunan masjid.

“Yang jelas ada kualitasnya jauh lebih baik dan struktur bangunannya sangat kuat,” kata Achmad Purnomo.

Menurut Wawali Solo, kebutuhan anggaran pembangunan masjid mencapai Rp180 miliar itu belum termasuk pembangunan menara utama yang dibangun setinggi 114 meter sesuai jumlah surat dalam Alquran.

Panitia, ungkap Achmad Purnomo, kini tinggal menunggu finalisasi hitungan kebutuhan anggaran secara menyeluruh untuk pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang tengah dilakukan PT Wika. 

“Kami targetkan pembangunan masjid mulai dikerjakan setelah Lebaran nanti. Sekarang masih lobi-lobi dengan sana [PT Wika],” katanya.

Terkait dengan dana pembangunan masjid, Purnomo mengatakan sumbangan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru sebatas komitmen dan belum pada bentuk riil menyumbangkan anggaran tersebut. Beberapa perusahaan pelat merah itu di antaranya Pertamina dan Bank Tabungan Negara (BTN). 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Subari sebelumnya juga menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Taman Sriwedari dinilai sejalan dengan sejarah Solo sebagai kota warisan Kerajaan Mataram Islam. Keberadaan masjid di Sriwedari akan menguatkan identitas Solo sebagai kota warisan Kerajaan Mataram Islam.