Batu Seribu Sukoharjo Dipercantik Setelah Lebaran

Batu Seribu di Bulu, Sukoharjo. (Instagram/arfan/028)
21 Mei 2018 03:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Penyusunan detail engineering design (DED) revitalisasi objek wisata  Batu Seribu di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo telah rampung. Proyek revitalisasi objek wisata Batu Seribu senilai Rp2,5 miliar bakal dikerjakan setelah Lebaran atau pertengahan tahun 2018.

Penyusunan DED melibatkan konsultan perencana dan perangkat desa maupun warga yang berdomisili di sekitar objek wisata Batu Seribu. Mereka memberikan masukan dan saran ihwal rencana revitalisasi objek wisata Batu Seribu.

“Penyusunan DED revitalisasi objek wisata Batu Seribu telah rampung. Sekarang tinggal persiapan melengkapi berkas dokumen persyaratan lelang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Siti Laila, saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Kamis (17/5/2018).

Apabila berkas dokumen persyaratan lelang telah lengkap segera diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sukoharjo. Proses lelang revitalisasi objek wisata Batu Seribu diperkirakan membutuhkan waktu selama 30 hari. Selanjutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menandatangani kontrak kerjasama atau MoU proyek revitalisasi objek wisata Batu Seribu.

Artinya, proyek revitalisasi objek wisata Batu Seribu paling cepat dikerjakan pada akhir Juni. “Mudah-mudahan proyek revitalisasi Batu Seribu mulai dikerjakan pada pertengahan tahun. Proyek ini pekerjaan tahun tunggal sehingga harus rampung pada akhir 2018,” ujar Laila.

Menurut Laila, kondisi akses jalan dan fasilitas di area objek wisata Batu Seribu cukup memprihatinkan. Lantai kolam renang di Batu Seribu bocor sehingga air merembes masuk tanah. Sementara akses jalan menuju pintu gerbang Batu Seribu kondisinya rusak.

Selama ini, objek wisata Batu Seribu menjadi salah satu potensi pariwisata di Kabupaten Jamu. “Kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Batu Seribu cukup menjanjikan. Saya yakin pemasukan PAD bakal meningkat setelah pengerjaan proyek revitalisasi rampung,” papar dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Anton, mengatakan objek wisata Batu Seribu dipenuhi pengunjung hanya saat weekend atau libur sekolah. Para pengunjung tak hanya berasal dari wilayah Sukoharjo melainkan daerah lain di wilayah Soloraya seperti Kabupaten Wonogiri.

Objek wisata Batu Seribu juga menjadi salah satu lokasi membersihkan diri atau padusan favorit saat menyambut datangnya bulan puasa. “Sejatinya, potensi alam di Batu Seribu tak kalah dibanding objek wisata di daerah lain. Persoalannya, objek wisata Batu Seribu kurang diperhatikan oleh instansi terkait sehingga kondisinya rusak,” kata dia.