Klaten Minta Tambahan Gas Melon 50% dari Kuota Fakultatif

ilustrasi elpiji melon 3 kg. (Solopos/Dok)
21 Mei 2018 12:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten meminta tambahan elpiji bersubsidi 3 kg sebanyak 50% dari kuota fakutlatif harian pada Ramadan  ini. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari masyarakat selama Ramdan hingga Lebaran mendatang. 

Kabag Perekonomian Setda Klaten, Cahyo Dwi Setyanta, mengatakan kuota harian elpiji 3 kg untuk wilayah Klaten mencapai 40.000 tabung. Pemkab mengusulkan ada tambahan fakultatif setengah atau 50% dari kuota harian atau sekitar 20.000 tabung pada Mei atau memasuki Ramadan.

Dengan tambahan itu elpiji 3 kg yang beredar di Klaten mencapai 60.000 tabung/hari. Cahyo menjelaskan usulan sudah disampaikan ke PT Pertamina dan disetujui. Diperkirakan, tambahan kuota fakultatif mulai disalurkan pekan ini.

“Sudah ada kesanggupan dari Pertamina untuk tambahan fakultatif setengah dari kuota harian atau sekitar 20.000 tabung. Ya tambahannya itu tidak didistribusikan setiap hari. Soal jadwalnya kapan saja itu tergantung dari Pertamina,” kata Cahyo, Minggu (20/5/2018).

Tambahan kuota fakultatif itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan elpiji bersubsidi memasuki Ramadan. Setiap memasuki Ramadan, ada kecenderungan peningkatan permintaan elpiji 3 kg.

“Selanjutnya [Juni] kami ada pemantauan setiap hari. Setiap pangkalan saat ini diwajibkan memberikan laporan harian ke Pertamina. Kalau memang dibutuhkan tambahan kami sampaikan. Kalau misalnya kesulitan mendapatkan 3 kg bisa menggunakan 5,5 kg atau 12 kg. Tetapi, mudah-mudahan dengan tambahan ini ketersediaan cukup dan harga terkendali,” urai dia.

Salah satu pemilik pangkalan elpiji 3 kg, Sudirin, 60, mengatakan memasuki Ramadan ada peningkatan permintaan elpiji 3 kg. Peningkatan permintaan saban hari itu berkisar antara enam hingga tujuh tabung.

“Saya setiap hari menyalurkan 25 tabung. Sejak awal Ramadan ini ada tambahan permintaan enam hingga tujuh tabung. Akhirnya, harus antre dulu sampai tiga hari,” ungkap pemilik pangkalan di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, itu saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

Sudirin menjelaskan mayoritas pembeli elpiji bersubsidi di pangkalannya untuk kebutuhan rumah tangga dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.500 per tabung. Terkait tambahan kuota fakultatif, Sudirin menjelaskan hingga Minggu pasokan elpiji yang ia terima masih sama atau belum ada peningkatan.