Janji Manis Bertebaran di Debat Paslon Pilkada Karanganyar

Suasana di dalam Gedung DPRD Karanganyar saat debat paslon peserta Pilkada 2018, Senin (21/5 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
21 Mei 2018 14:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pasangan nomor urut 1 Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih dan pasangan nomor urut 2 Juliyatmono-Rober Christanto saling mengumbar janji manis dalam debat pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Gedung DPRD Karanganyar, Senin (21/5/2018) pagi.

Debat pasangan calon bertema Menuju Karanganyar Berdaya Saing di Era Global itu meliputi tujuh segmen. Berdasarkan pantauan Solopos.com, debat pasangan calon dimulai pukul 09.00 WIB.

Selain dihadiri 75 pemandu sorak masing-masing kubu, debat pasangan calon itu juga disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar dan sejumlah tamu undangan lainnya. Masing-masing pasangan calon memakai baju berwarna seragam.

Rohadi Widodo, Juliyatmono, dan Rober Christanto mengenakan pakaian berwarna putih, bercelana panjang hitam, bersepatu hitam, dan berpeci hitam. Ida Retno Wahyuningsih mengenakan pakaian berwarna putih, celana hitam, dan berjilbab hijau muda.

“Wilayah Karanganyar ini ada dua, yakni wilayah Karanganya atas [lereng Gunung Lawu] yang akan kami pertahankan naturalnya. Sedangkan wilayah barat akan kami kembangkan sebagai daerah megapolitan [didukung De Tjolomadoe],” kata Rohadi Widodo saat mengungkapkan visi misinya dalam debat tersebut.

Juliyatmono juga melontarkan janjinya saat debat. Juliyatmono bertekad meningkatkan kesejahteraan guru di Bumi Intanpari. Hal itu terutama menyikapi persoalan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT)/guru honorer/guru wiyata bakti (WB) di Bumi Intanpari.

“Kami akan membuat tangga menuju puncak Gunung Lawu seperti di luar negeri terkait pengembangan wisata di Gunung Lawu,” katanya.

Ida Retno Wahyuningsih menyampaikan janji akan meningkatkan pemberdayaan perempuan. Ida siap menggelontorkan anggaran untuk pembinaan perempuan di setiap desa.

“Kami bertekad meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dengan bantuan senilai Rp5 juta-Rp50 juta per desa,” katanya.

Sementara itu, Rober Christanto berkomitmen mengembangkan dunia pariwisata di Bumi Intanpari. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan Badan Usaha Milik (BUM) Desa di masing-masing desa di Bumi Intanpari. “Kami berharap orang yang berwisata di Karanganyar ke depan tak hanya 1-2 hari. Tapi hingga tiga hari,” katanya.

Di sisi lain, para pendukung masing-masing pasangan calon yang berada di luar gedung DPRD tak kalah ramai. Dua simpatisan paslon sempat berorasi dan memutar lagu sekitar pukul 09.30 WIB.

Kemudian mereka mendengarkan orasi dua paslon yang tengah debat di dalam gedung. Panitia meletakkan pengeras suara di luar gedung DPRD.

Anggota Polres Karanganyar dan Kodim 0727/Karanganyar memisahkan dua kelompok simpatisan paslon di luar gedung menggunakan garis polisi. Pemisahan ini dimulai dari depan pintu masuk DPRD. Sisi selatan untuk simpatisan Rohadi-Ida dan sisi utara untuk simpatisan Yuli-Rober.

Simpatisan dari dua paslon duduk-duduk di tengah jalan maupun menepi di trotoar sepanjang Jl. Lawu depan Gedung DPRD Karanganyar. Panggung milik simpatisan Rohadi-Ida memutar siaran langsung debat terbuka di dalam gedung melalui soundsystem di panggung yang didesain di bak truk.

Sekitar pukul 12.00 WIB, pasangan Rohadi-Ida dan sejumlah pendukung keluar dari gedung DPRD Kabupaten Karanganyar. Simpatisan Rohadi-Ida di luar gedung pun meninggalkan lokasi.

Berbeda dengan Rohadi-Ida yang meninggalkan gedung mengendarai mobil pribadi, pasangan Yuli-Rober meninggalkan gedung DPRD berjalan kaki. Mereka menumpang mobil bak terbuka kemudian diarak menuju Jl. Lawu. Setelah Yuli-Rober pergi, simpatisannya ikut membubarkan diri. (Sri Sumi Handayani)