Hari Pertama Penukaran Uang Baru Solo, Rp30 Miliar Habis

Warga mencelupkan jari ke tinta setelah menukar uang baru di Pegadaian Purwotomo, Solo. (Solopos/Hijriyah Al Wakhidah)
22 Mei 2018 16:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ruang pelayanan Kantor Pegadaian Purwotomo, Solo, dipadati orang pada Selasa (22/5/2018) pagi. Seluruh kursi pengunjung penuh, kira-kira ada 10-15 orang yang antre pelayanan di kantor tersebut.

Tak semua pengunjung kantor adalah nasabah pegadaian. Beberapa di antaranya sengaja menyambangi Kantor Pegadaian Purwotomo untuk mendapatkan pelayanan penukaran uang baru, yang sebelumnya hanya bisa mereka dapatkan di kantor bank-bank umum, Bank Indonesia, atau di jalan-jalan dengan cara membeli dari pengecer.

“Kalau tidak salah tiga empat tahun lalu saya biasanya antre langsung di Kantor BI, berangkat pagi belum tentu siang bisa dapat atau maksimal pukul 12.00 WIB baru bisa dapat. Tapi hari ini alhamdulillah lebih mudah. Enggak perlu antre lama,” kata Warno, 35, warga Laweyan, saat berbincang dengan Solopos.com di Kantor Pegadaian Purwotomo, Selasa.

Warno bukan nasabah Pegadaian namun sengaja memanfaatkan layanan penukaran uang baru di tempat itu. Dia menukar sepaket uang senilai Rp4,4 juta yang terdiri atas pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, dan Rp2.000. Dia sengaja menukar uang baru jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk menghindari potensi antrean.

“Lagi pula kalau tukar uang belakangan takutnya kehabisan enggak dapat bagian,” ujar Warno yang berencana memanfaatkan uang baru untuk fitrah Lebaran.

Sama halnya dengan Ari, warga Semanggi, Pasar Kliwon, yang berinisiatif menukarkan uang baru jauh-jauh hari sebelum Lebaran untuk menghindari potensi antrean. “Selain itu juga ini mumpung ada rezeki, saya tukar sekarang saja, kalau tukar besok-besok keburu kepakai uangnya,” kata Ari yang menukar uang baru senilai Rp700.000.

Pegadaian mulai tahun ini ditunjuk Bank Indonesia melayani penukaran uang baru menjelang Lebaran. Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, bersama Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) BI Solo, Bakti Artanta, meninjau pelayanan penukaran uang baru hari pertama di Kantor Pegadaian Purwotomo.

Setelah dari Pegadaian, tim awalnya berencana memantau penukaran yang di Kantor Bank Mandiri Area Solo Sriwedari. Namun, baru sekitar pukul 10.00 WIB, layanan penukaran uang di kantor bank tersebut sudah kelar.

“Di Bank Mandiri tower sudah habis jam segini,” kata Bakti.

Mereka pun melanjutkan pemantauan ke Kantor BRI Sudirman, BPD Bank Jateng, dan BCA Gladak. “Namun tadi sampai sekitar pukul 11.00 WIB, sudah banyak bank yang kehabisan stok uang baru,” ujar Bakti.

Seperti diketahui, Bank Indonesia  menyediakan uang baru menjelang Lebaran tahun ini senilai Rp5,023 triliun. Pada hari pertama penukaran uang baru, Selasa, Bandoe memprediksi serapan penukaran yang mencapai nilai Rp30 miliar paling banyak ada di bank-bank umum.

Setiap bank umum membatasi jumlah penukar maksimal 150 orang per hari sedangkan pegadaian dan BPR maksimal 25 orang per hari. Bandoe kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan 111 lokasi penukaran uang baru dengan sebaik-baiknya dan tidak menukar uang baru di jalan-jalan dengan nilai imbalan tertentu.

BI sudah bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solo untuk menertibkan jika ada pengasong yang menjajakan uang baru. “Uang itu kan simbol negara, masak diperjualbelikan,” kata Bandoe.