Pejabat Klaten Diteror Pesan Singkat Oknum Wartawan Minta Uang

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
22 Mei 2018 10:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah pejabat Pemkab Klaten mengaku mendapat pesan singkat berisi permintaan transfer uang dari seseorang yang mengaku berprofesi sebagai wartawan dan bekerja di wilayah Klaten.

Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Klaten mewanti-wanti para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) agar tak melayani permintaan transfer uang tersebut. Permintaan transfer uang dengan berbagai alasan itu dipastikan merupakan aksi penipuan.

Kali terakhir, percobaan penipuan terjadi pada Senin (21/5/2018) pagi. Sejumlah pejabat di Bagian Umum Setda Klaten mendapat pesan singkat hingga telepon dari nomor ponsel 085231595071 mengatasnamakan wartawan salah satu media yang bertugas di Klaten.

Kabag Umum Setda Klaten, Amin Mustofa, mengatakan aksi penipuan itu diketahui saat Sekretariat DPRD Klaten mendapat telepon dari seseorang yang mengatasnamakan anggota DPRD untuk meminta nomor telepon pejabat di Bagian Umum Setda Klaten. Setelah itu, tiga pejabat Bagian Umum menerima pesan singkat.

Pesan singkat yang diawali kalimat menanyakan kabar itu berakhir dengan permintaan transfer uang ke nomor rekening tertentu. Alasannya untuk membantu operasi jantung di RSUD dr. Moewardi Solo.

Selain pesan singkat, pengirim juga menelepon untuk menanyakan apakah sudah ada transfer uang yang diminta. “Saya awalnya sudah curiga. Nama saya disebutnya Amir Mustofa. Padahal, nama saya itu Amin Mustofa,” kata Amin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Permintaan itu akhirnya tak ditanggapi. Tak berapa lama kemudian, pejabat di Bagian Umum Setda Klaten  menerima pesan singkat dari nomor ponsel yang sama. Namun, pesan singkat itu berisi kata-kata bernada umpatan. Setelah dihubungi, nomor ponsel yang sempat menghubungi itu sudah tidak aktif.

Kabag Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, mengatakan percobaan penipuan mengatasnamakan wartawan sudah kerap terjadi di Klaten dengan modus permintaan transfer uang dengan beragam alasan. “Jangan memberi kesempatan apalagi ketika ada yang meminta transfer uang dengan mengatasnamakan wartawan. Kami siapkan surat edaran ke OPD terkait imbauan-imbauan aksi penipuan mengatasnamakan wartawan. Apalagi ini menjelang Lebaran. Kerap terjadi aksi penipuan saat memasuki bulan seperti ini,” kata dia.