Penyewa Rusunawa Joho Sukoharjo Diawasi

Kondisi bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (19/4 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
23 Mei 2018 01:10 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Pengelola rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho,  Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan penyewa. Selain data diri penyewa, pengelola juga akan memantau aktivitas mereka agar tidak terjadi penyalahgunaan rusunawa yang disewa. Apalagi untuk aktivitas berkaitan dengan tindak terorisme.

Karakteristik dan latar belakang penyewa rusunawa dengan permukiman perkampungan berbeda sehingga dibutuhkan pengawasan intensif. Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sukoharjo, Sarwidi kepada wartawan, Senin (21/5/2018). Menurutnya, salah satu bentuk pengawasan intensif yakni penyewa diminta mengisi formulir dan menyerahkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebelum menjadi penyewa.

“Penyewa rusunawa berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang, asal usul dan pekerjaan berbeda sehingga memiliki karakteristik tersendiri.”

Sarwidi mengatakan pihaknya melakukan langkah antisipasi agar rusunawa tidak digunakan untuk tindak terorisme, salah satunya pembentukan kepengurusan rukun tetangga dan rukun warga di rusunawa. “Keberadaan RT/RW dimaksudkan agar di antara penyewa [rusunawa] bisa berinteraksi dan saling mengenal. Juga membuat acara bersama bagi penyewa dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Mantan Kabid Perumahan DPU Sukoharjo ini mengaku hingga sekarang belum ada penyalahgunaan dari penyewa. Namun, pascakejadian ledakan di rusunawa Sidoharjo, Jawa Timur,  perlu langkah antisipasi. “Sudah ada petugas di sana [rusunawa]. Dia tidak hanya merawat bangunan, fasilitas umum dan menarik retribusi tetapi juga mengawasi aktivitas penyewa. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintahan Kelurahan Joho, petugas keamanan dan masyarakat sekitar untuk melakukan pengawasan bersama,” ujarnya.

Seorang warga Sukoharjo, Wisnu, berharap ada penertiban penyewa rusunawa untuk menghindari tindak pelanggaran hukum. “Dilakukan sidak lebih baik,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta aparaturnya selalu berkoordinasi dengan lembaga terkait termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. Bupati berharap tindak terorisme tidak merambah Kabupaten Sukoharjo. "Jangan [aksi teror]sampai Sukoharjo. Tindak terorisme harus diperangi,” kata dia.

Wardoyo meminta pengelola rusunawa Sukoharjo selektif terhadap penyewanya. “Telusuri track record dan jangan sampai kecolongan. Identitas penyewa juga harus jelas dan terdata," tandasnya.

Pada bagian lain, Bupati meminta jajarannya mengintensifkan program tamu wajib melapor satu kali 24 jam. “Semua wilayah di Sukoharjo perlu diwaspada dan diantisipasi agar teroris tidak masuk. Selama ini, Kecamatan Grogol sering ada penangkapan terduga teroris oleh Densus 88. Jajaran hingga tingkat desa/kelurahan lebih jeli dan peka lingkungan untuk mendata warganya. Untuk itu tamu datang lebih dari satu kali 24 jam harus lapor. Semua warga harus ada keberanian menolak paham radikal dan keinginan melakukan teror. Semua agama tidak ada yang mengajarkan menjadi teroris.”