Warga Klaten Tak Terpengaruh Erupsi Freatik Merapi

Karyawan sekolah membersihkan mobil dari abu akibat hujan abu erupsi Freatik Gunung Merapi di Pakem, Sleman, Jumat (11/05 - 2018). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
23 Mei 2018 01:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN--Erupsi freatik Gunung Merapi, Senin (21/5/2018), sekitar pukul 10.00 WIB, tak mengganggu aktivitas sehari-hari warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jemakir, mengatakan aktivitas sehari-hari warga tetap berjalan seperti biasa saat erupsi freatik terjadi. Kendati demikian, warga diimbau tetap waspada menghadapi perkembangan situasi Merapi.

Kades menjelaskan persiapan warga desa menghadapi bencana erupsi Merapi salah satunya adalah menggelar simulasi evakuasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan sukarelawan sebulan lalu. Simulasi itu bertujuan agar desa menjadi desa tangguh bencana.

"Selain itu, kami juga terus memantau informasi perkembangan Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG] langsung. Informasi lantas dibagikan kepada warga dan sukarelawan melalui media sosial, whatsapp, dan handy talky," kata Kades saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin.

Kades menjelaskan jika kondisi diperlukan, tidak menutup kemungkinan tabungan siaga bencana akan diserahkan kepada warga. Namun, jika situasi normal, biasanya warga justru menambah saldo tabungan.

"Kalau memang harus dibuka, pengurus siap membuka dan menyerahkan kepada nasabah," ujar Jemakir.

Terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Bambang Giyanto, menyatakan status Merapi dalam kondisi normal. Warga diimbah tetap tenang namun tetap waspada. "Sebagai antisipasi, kami sudah menyiapkan 26.000 masker yang dikirim kepada desa-desa di kawasan lereng Merapi. Soal hujan abu vulkanik tidak terpantau di Klaten," terang Bambang.