Pemkot Solo Larang Warga Jajakan Uang Baru di Pinggir Jalan

Ilustrasi jasa penukaran uang baru Solo. (Solopos/Dok)
24 Mei 2018 15:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang warga menjajakan uang baru  di pinggir jalan Kota Bengawan. Aturan larangan menjajakan uang baru ini mulai diberlakukan menjelang Lebaran tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo Agus Sis Wuryanto mengatakan akan gencar melakukan operasi penertiban terhadap penjaja uang baru di jalan-jalan Kota Solo. Pada pekan pertama Bulan Puasa, penjaja uang baru sudah marak bermunculan di Kota Bengawan.

Mereka melayani jasa penukaran uang di pinggir jalan-jalan protokol, seperti Jl. Slamet Riyadi, Jl. Jenderal Sudirman, maupun Jl. Mayor Kusmanto. Mereka memasang papan nama maupun banner bertuliskan ‘terima penukaran uang baru'.

Selain itu, paket bungkusan uang baru dari berbagai pecahan ditata rapi berderet di papan etalase mini. Para penjaja itu mengambil uang jasa 10-15 persen dari nilai transaksi.

“Meskipun sifatnya menjajakan jasa, tapi ada perdagangan uang di sana. Ini yang kami larang dan tidak boleh lagi beroperasi di Solo,” kata Agus ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Kamis (24/5/2018).

Bagi masyarakat yang akan menukarkan uang baru, Agus mengarahkan mereka langsung datang ke bank atau tempat-tempat lain yang ditunjuk Bank Indonesia. Seluruh bank melayani penukaran uang baru tanpa dipungut biaya.

Larangan penjaja uang baru diberlakukan Pemkot Solo, selain karena rawan disusupi peredaran uang palsu juga rawan kecelakaan lalu lintas. “Jasa penukaran uang ini rawan jadi ajang peredaran uang palsu. Mereka juga banyak yang menjajakan di pinggir-pingir jalan, rawan tindak kejahatan maupun kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Keberadaan para penjaja uang baru biasanya akan meningkat menjelang Lebaran dengan jumlah mencapai 70-an orang. Selama ini, mereka merupakan penjual uang baru musiman saat Lebaran saja.

Biasanya mereka akan menghilang seusai Lebaran. Mereka menjajakan dengan menawarkan penukaran uang kepada pengendara kendaraan yang lewat. Mereka berdiri hingga di tengah jalan dengan membawa tumpukan uang pecahan baru.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, masyarakat yang melayani jasa penukaran uang baru dadakan di pinggir jalan mulai bermunculan. Salah satu pelaku jasa penukaran uang baru, Budiono, saat ditanya mengaku baru mulai menawarkan jasa penukaran uang di pinggir Jl. Mayor Kusmanto.

Langkah ini untuk menarik para pembeli yang tengah melintas di jalan tersebut. Dia menilai penjualan uang baru membantu masyarakat yang ingin mendapat uang baru untuk keperluan Lebaran tanpa antre panjang di Kantor Bank Indonesia (BI).

“Sekarang memang belum ramai, tapi nanti dua pekan menjelang Lebaran biasanya mulai ramai. Sehari itu bisa sampai jutaaan rupiah laku,” kata dia.

Terkait larangan beroperasi, dia meminta Pemkot Solo mempertimbangkan kembali aturan tersebut. “Kami mau ditata kok, tapi jangan dilarang beroperasi. Toh hanya pas Lebaran,” katanya.