Pendidikan Wonogiri: Siswi Berprestasi Mahir Bahasa Jepang Tak Mampu Tebus Ijazah

Zelyca di rumahnya yang berlantai tanah di Desa Manjung, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Rabu (23/5 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
24 Mei 2018 10:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Zelyca Murtiningsih, 19, harus memendam keinginannya melanjutkan kuliah. Pelajar asal Desa Manjung, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri ini bercita-cita melanjutkan studi ke Jurusan Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Namun apa daya, keinginan melanjutkan pendidikan  itu harus dipendamnya. Lulus SMK pada 2017 lalu, hingga kini Zelyca masih belum mengambil ijazah dari SMK Pancasila 5 Wonogiri. Ia masih menunggak uang SPP dan uang gedung senilai Rp3 juta.

“Sebenarnya anak saya ingin melanjutkan kuliah namun tidak ada biaya dan ijazah belum dapat diambil karena utang. Masih kurang SPP dan uang gedung,” ujar ayah Zelyca, Narto, 52, saat ditemui Solopos.com di rumahnya Dusun Manjung Wetan, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Rabu (23/5/2018) sore.

Narto hanya bekerja mencari ular tiap malam dan ibu Zelyca, Retno Widyaningsih, 42, hanya ibu rumah tangga. Kondisi itu membuat mereka kepayahan untuk membayar tunggakan uang sekolah  Zelyca.

Bahkan, Zelyca sempat bekerja sebagai pelayan warung bakso di Jakarta untuk membayar tunggakan di sekolahnya namun adik kandung Zelyca yang masih duduk kelas I SD juga menunggak SPP. Uang yang Zelyca peroleh dari bekerja itu untuk menutup tunggakan SPP adiknya.

Zelyca yang menguasai bahasa Inggris dan Jepang ini tinggal bersama orang tua dan kedua adiknya di rumah berukuran 8 meter x 8 meter beralas tanah. Tanah kering dengan retakan-retakan di tiap sisinya serta debu yang beterbangan menjadi tempat berlindung lima orang.

Retno mengaku pernah meminta surat keterangan lulus ke sekolah sebagai modal Zelyca bekerja sebagai buruh namun tidak diberi. Zelyca selama sekolah selalu berada di peringkat tiga besar. Bahkan ia pernah di peringkat I lomba Bahasa Jepang.

Berbekal ijazah SMP Zelyca mencari pekerjaan. Kini ia bekerja di salah satu toko modern di Wonogiri.

“Saya sudah terbiasa mengerjakan ujian di kantor guru karena tidak memiliki kartu ujian lantaran belum membayar biaya ujian,” ujar Zelyca yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan itu.

Kepala SMK Pancasila 5 Wonogiri, Sutarno, saat dihubungi Solopos.com mempersilakan Zelyca untuk mengambil ijazah di sekolah. Biaya terutang Zelyca akan dibantu sekolah. Untuk itu Zelyca harus berkoordinasi dengan Wakasek Bidang Kesiswaan.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Wonogiri Manunggal Sedya (Pawonmas), Agus Suparyanto, saat dihubungi Solopos.com mengatakan telah berkunjung ke rumah Zelyca dan akan membantu menyelesaikan administrasi di SMK Pancasila 5 Wonogiri pada Kamis (24/5/2018).

Biaya tunggakan Zelyca akan diselesaikan dan akan diberi bantuan sebagai bekal Zelyca bersumber dana dari kas, donatur, dan iuran anggota. Ia menjelaskan prinsip Pawonmas antara lain fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan.