Duta Genre 2018 Solo Ternyata Dulu Gadis Pemalu

Juara I Putri Duta Genre Kota Solo 2018 jalur Masyarakat, Rizky Ashari. (Istimewa/Humas UNS Solo)
25 Mei 2018 06:00 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Meskipun memiliki paras wajah cantik, gadis bernama lengkap Rizky Ashari ini mengaku sejak kecil ia sangat pemalu.  Namun sifat itu perlahan-lahan mulai terkikis ketika Asha, sapaan akrabnya, mengikuti ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Solo 2018.

Mahasiswi Angkatan 2015 dari Program Studi (Prodi) Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini bahkan berhasil meraih gelar Juara I Putri Duta Genre 2018 jalur Masyarakat. Asha berhasil menyisihkan 19 finalis lainnya saat kompetisi itu digelar di Solo Grand Mall (SGM), Sabtu (5/5/2018) lalu.

"Saya ini sebenarnya orangnya pemalu. Sering minder.Saya kuliah dengan beasiswa Bidikmisi (dari keluarga tidak mampu). Tapi saat mengikuti kompetisi Pemilihan Duta Genre Kota Solo ini saya belajar banyak hal, terutama public speaking. Sehingga lama-lama tumbuh rasa percaya diri saya. Ya walaupun ketika berbicara di hadapan orang banyak saya masih sering grogi," beber Asha ketika ditemui wartawan di Kampus UNS Solo, Minggu (20/5/2018).

Sebagai Duta Genre, Asha mengemban tugas menjadi role model untuk para remaja di sekitarnya sehingga diharapkan mereka mampu merencanakan masa depan yang cerah dengan menghindari pernikahan dini, seks pranikah, dan napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya). Asha juga menjadi motivator untuk menyampaikan pesan-pesan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Dia pun harus rela meluangkan waktunya di setiap akhir pekan, atau setiap Sabtu-Minggu, untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di masyarakat yang diagendakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program Genre di antaranya adalah Kesehatan Reproduksi Remaja, Life Skill, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga, serta Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Program Genre tersebut dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sesuai dengan kecenderungan remaja yang lebih menyukai bercerita tentang permasalahannya dengan teman sebaya.

"Tugas saya di antaranya jadi fasilitator, ikut menyosialisasikan ke remaja, termasuk juga ibu-ibu tentang merencanakan masa depan bagi remaja dengan baik, menghindari penyalahgunaan napza, tidak melakukan seks pranikah, dan sebagainya yang erat dengan dunia remaja," ungkap Asha.

Dengan tugasnya tersebut, Asha berharap dirinya mampu menjadi duta yang bisa memberikan inspirasi dan manfaat bagi banyak orang khususnya remaja di Kota Solo dan sekitarnya.