Lebaran, Tak Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas Solo

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
25 Mei 2018 11:46 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo tak punya rencana membuat skema manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) baru untuk diberlakukan saat masa mudik dan balik Lebaran 2018, termasuk di kawasan sekitar lokasi pembangunan flyover Manahan.

MRLL yang akan diterapkan Dishub pada H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran yakni MRLL yang saat ini berlaku untuk pembangunan flyover Manahan. Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, khawatir masyarakat Solo khususnya akan mengalami kebingunan lagi jika Dishub menerapkan MRLL baru.

Dishub menilai lebih efektif jika MRLL yang diterapkan saat arus mudik dan balik Lebaran adalah MRLL yang berlaku saat ini. Dengan demkian, pekerjaan rumah (PR) Dishub nanti tinggal mengarahkan pemudik ke jalur alternatif yang paling baik karena sementara tidak bisa menyeberang perlintasan sebidang Manahan.

“Rekayasa lalu lintas yang bakal berlaku nanti sama seperti yang terjadi sekarang ini,” jelas Hari kepada Solopos.com, Kamis (24/5/2018).

Hari meminta para calon pemudik tidak khawatir dengan rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan. Dishub siap memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) portabel di sejumlah lokasi di Kota Solo untuk membantu para pemudik atau masyarakat menemukan jalur alternatif paling efektif saat arus mudik dan balik Lebaran.

Dia menyatakan sedikitnya ada 100-an RPPJ portabel yang bakal dipasang di berbagai ruas jalan dan persimpanan jalan di Kota Bengawan sebelum 11 Juni 2018. “Kami akan siapkan RPPJ portabel untuk mengarahkan para pengguna jalan menghindari perlintasan sebidang Manahan. Kendaraan di Jl. Adisucipto dari arah barat bisa lewat Jl. A. Yani ketika ingin menuju ke Jl. Slamet Riyadi, begitu juga sebaliknya,” terang Hari.

Hari menyampaikan kecil kemungkinan pembangunan flyover Manahan selesai sebelum arus mudik dan balik Lebaran 2018. Pembanguan flyover diprediksi baru kelar pada Oktober 2018. Maka dari itu, Dishub hanya bisa menyiasati agar pembangunan flyover tersebut tak berdampak terlalu besar terhadap kemacetan lalu lintas Kota Solo saat arus mudik dan balik Lebaran.

Hari menuturkan sebagian Jl. dr. Moewardi yang berada di samping area pembanguann flyover rencananya tetap bisa dilalui kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran. Kendaraan di Jl. dr. Moewardi itu bisa berbelok masuk Jl. Hasanuddin.

“Kalau dibilang macet, Solo pasti macet saat arus mudik dan balik Lebaran. Kalau Solo tidak macet, malah aneh. Artinya, selama ini yang terjadi memang banyak sekali kendaraan yang masuk Solo saat arus mudik dan balik Lebaran. Solo ini kan wilayah persinggahan,” jelas Hari.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan hal senada. Dishub tidak akan membuat MRLL baru saat arus udik dan balik lebaran 2018. MRLL yang berlaku nanti menyesuaikan kondisi arus lalu lintas yang sekarang berlaku. “Ya menyesuaikan kondisi yang saat ini berlangsung,” papar Ari.