Camat Baki Sukoharjo Ditangkap, Pelayanan Publik Aman

Camat Baki, Sukoharjo, Taufik Hidayat, diperiksa penyidik di Mapolsek Baki, Rabu (23/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
25 Mei 2018 09:37 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pelayanan terhadap masyarakat di Kantor Kecamatan Baki, Sukoharjo, dipastikan tak terganggu meski camat setempat, Taufik Hidayat, ditangkap aparat Polda Jateng lantaran diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Taufik ditangkap dalam operasi tangkap tangan tim Satgas Saber Pungli Polda Jateng saat menghitung uang pungli untuk pengurusan izin pendirian tower base transceiver station (BTS) telekomunikasi di kantornya, Rabu (23/5/2018) siang.

Pantauan Solopos.com, Kamis (24/5/2018), para pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Baki bekerja seperti biasa. Mereka berkumpul sambil berbincang di ruang pelayanan administrasi kependudukan yang letaknya paling depan.

Sejumlah warga terlihat mendatangi Kantor Camat Baki untuk mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan keperluan administrasi lainnya. Sekretaris Camat Baki, Roni Wicaksono, mengatakan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

“Tidak masalah, pelayanan terhadap warga berjalan normal. Kami tetap melayani masyarakat yang tengah mengurus keperluan administrasi maupun kepentingan lainnya,” kata dia saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis.

Menurut Roni, surat keperluan administrasi tak perlu ditandatangani camat kecuali surat yang dinilai penting atau instruksi langsung Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. Misalnya, legalisasi akta kelahiran atau kematian cukup ditandatangani sekcam atau kepala seksi (kasi) di kantor camat.

Para PNS juga melaksanakan tugas dan bekerja secara profesional sesuai job desk masing-masing. “Secara administrasi, Camat Baki masih dijabat Pak Taufik [Taufik Hidayat]. Belum ada instruksi dari Pemkab Sukoharjo ihwal penggantian camat. Kinerja para PNS tak terpengaruh setelah kejadian itu [penangkapan Taufik Hidayat]. Jika ada kegiatan atau acara di desa, perwakilan kecamatan bakal datang ke lokasi,” ujar dia.

Roni menceritakan sejumlah polisi berpakaian preman mendatangi kantor Camat Baki pada Rabu siang. Mereka hendak menemui Camat yang kala itu tengah berada di ruang kerjanya.

Mereka lantas masuk ke ruang kerja Camat dan menangkap Taufik Hidayat. Namun, Roni tak mengetahui secara jelas ihwal kasus hukum yang melibatkan Taufik Hidayat.

“Saya tidak tahu kasus hukum yang melibatkan Pak Camat [Taufik Hidayat]. Tahu-tahu Pak Camat dibawa menuju mobil di halaman kantor camat,” papar dia.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Desa Duwet, Kecamatan Baki, Mujiyono, mengaku tak mengira Taufik Hidayat terlibat dalam kasus dugaan pungli pengurusan pendirian tower. Taufik menjabat sebagai Camat Baki belum genap dua tahun. Dia dilantik Bupati Sukoharjo sebagai Camat Baki pada September 2016.

Taufik menggantikan posisi Djoko Indrianto yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo. Sebelumnya, Taufik menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Baki.

“Pak Taufik orangnya halus dan kalem. Setiap ada kegiatan di desa, dia selalu datang. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi pejabat publik agar tak bermain-main dengan kasus pungli,” kata dia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Taufik Hidayat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Grogol hingga larut malam. Penyidik Polda Jateng belum menahan Taufik lantaran masih mengumpulkan bahan keterangan. Namun, tak menutup kemungkinan Taufik segera ditahan jika penyidik telah memiliki alat bukti yang kuat.