Tol Soker Masih Gratis, Bank Tetap Gencar Edukasi Unik

Petugas memeriksa fasilitas di gerbang tol Colomadu Karanganyar, Kamis (3/5 - 2018). (Solopos/Iskandar)
28 Mei 2018 19:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kalangan perbankan di Kota Solo tetap agresif mempromosikan uang elektronik (Unik) sebagai salah satu alat pembayaran tarif jalan tol kendati Tol Solo-Kertosono  (Soker) khususnya ruas Ngasem, Colomadu-Pungkruk, Sragen, masih gratis pada arus mudik Lebaran ini.

Informasi dari sejumlah bank, permintaan Unik sejak awal tahun mulai meningkat, salah satunya terkait rencana operasional jalan Tol Solo-Kertosono. “Meskipun untuk fungsional jalan tol kali ini belum memakai kartu elektronik dan masih gratis, edukasi kami tetap jalan karena Unik tidak hanya bisa dipakai di jalan tol, tapi juga untuk transaksi lainnya,” kata Area Head Bank Mandiri Solo Sriwedari, Linda Permatasari, kepada Solopos.com, Senin (28/5/2018).

Edukasi tidak hanya menyasar nasabah namun juga masyarakat umum. Dalam setiap event, Bank Mandiri selalu menyelipkan edukasi penggunaan e-Money, uang elektronik milik Bank Mandiri. “Supaya masyarakat paham ke depannya semua transaksi diarahkan nontunai,” ujar Linda.

Linda menyebut permintaan e-Money di Bank Mandiri sejak Januari lalu terus meningkat. April lalu misalnya, Bank Mandiri Area Solo Sriwedari yang membawahi sekitar 50 kantor cabang, setiap cabang rata-rata meminta kisaran 100 keping e-Money.

“Ya jadi jualan uang elektronik kami kisaran 4.000-5.000 keping dan sejak Januari lalu permintaan sudah naik.”

Pimpinan Cabang BNI Solo Slamet Riyadi, Fahrul Razi, juga menyampaikan penundaan pembayaran tarif masuk jalan tol Soker  dengan kartu tidak berpengaruh terhadap agenda perbankan mengedukasi penggunaan uang elektronik. BNI tetap memasarkan Tapcash dan permintaan Tapcash terus mengalami peningkatan. “Karena Tapcash tidak hanya untuk jalan tol tapi juga bisa digunakan di toko-toko ritel lainnya,” kata Fahrul Razi.

Menjelang arus mudik, BNI tidak memiliki target khusus terkait penjualan Tapcash. Target masih sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Fahrul Razi berharap 2.000 kartu Tapcash bisa terserap masyarakat, baik di kalangan nasabah maupun komunitas.

Dia menyebut angka peredaran kartu Unik BNI di Soloraya sudah mencapai kisaran 6.000 hingga 7.000 kartu. BNI Solo Slamet Riyadi mulai mempersiapkan stok kartu sebanyak-banyaknya menjelang operasional jalan tol.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bakti Artanta, menjelaskan perbankan sudah berkoordinasi dengan PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN) terkait fungsional jalan Tol Solo-Kertosono tanpa tarif alias gratis, untuk periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Jadi kesepakatan dengan JSN kemarin, selama tol itu belum dibuka atau dioperasionalkan dan belum diresmikan, bank belum masuk, ” kata Bakti.

Menurut Bakti, saat ini infrastruktur pembayaran jalan tol dengan menggunakan Unik sudah dipersiapkan matang oleh perbankan bahkan sudah melalui tahapan uji coba. “Jadi sebenarnya kalaupun mudik Lebaran ini dipakai, bank-bank sudah siap. Tapi kemarin, saat koordinasi dengan JSN adalah gratis tanpa pengaturan tapping. ”

Artinya, infrastruktur alat pembayaran tetap belum akan digunakan pada fungsional jalan tol saat nanti mudik. ”Sebenarnya ada skema lain, yakni pengguna jalan tol masuk tol tetap pakai kartu, kemudian tapping pada mesin pembayaran, tapi di-setting Rp0. Pengaturan seperti itu pernah dilakukan saat dua pekan pembukaan tol ruas Wilangan-Ngawi. Tapi untuk Solo kali ini, belum pakai tapping Rp0,” papar Bakti.

Meskipun urung digunakan, Bakti memastikan bank-bank tetap mengedukasi masyarakat terkait penggunaan Unik karena hal tersebut berkaitan dengan produk perbankan yang dimiliki setiap bank. “Kami dari BI bersama JSN pun terus edukasi,”ujar dia.

Seperti diketahui, bank-bank anggota Himbara yang siap melayani pembayaran tarif tol adalah Bank Mandiri dengan e-money dan e-toll, Brizzi dari BRI, Tapcash milik BNI, E-Blink dari BTN, E-Bima dari Bank Jateng termasuk Flazz milik BCA.