5 Kasus Pencabulan Paling Menggemparkan Wonogiri

ilustrasi pencabulan. (Solopos/Whisnu Paksa)
28 Mei 2018 13:25 WIB Suharsih Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kasus pencabulan cukup marak di Wonogiri meski berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah dan pihak terkait di wilayah tersebut untuk mencegahnya. Korbannya kasus pencabulan mayoritas remaja bahkan anak-anak usia SD. Sebagian kasus ada yang korbannya mencapai belasan, bahkan puluhan orang.

Solopos.com merangkum lima kasus pencabulan yang menggemparkan dan menyita perhatian di Wonogiri dalam beberapa tahun terakhir.

1. Guru SD Cabuli 33 Siswi

Seorang guru olahraga yang mengajar di dua SD di Kecamatan Girimarto, Wonogiri, bernama Suratno, 48, mencabuli sedikitnya 33 siswinya selama kurun waktu 2016-2017. Modusnya bermacam-macam mulai dari yang digerayangi bagian tubuhnya, menggunakan modus praktik memberi napas buatan, bahkan ada yang sampai disetubuhi.

Kasus ini terungkap pada Oktober 2017 lalu, bermula dari seorang anggota polisi cilik atau polcil (program dari Polres Wonogiri membina karakter anak-anak SD yang sudah tersebar di desa-desa di Wonogiri) yang tidak mau sekolah sejak 19 Oktober. Anggota Polcil itu bersikap aneh dan awalnya enggan menceritakan apa masalahnya. Setelah dibujuk oleh orang tua dan bhabinkamtibmas setempat bocah itu akhirnya menceritakan telah dicabuli oleh gurunya bernama Suratno.

Berdasarkan cerita itu polisi kemudian menelusuri dan membawa Suratno ke Mapolres untuk ditanyai pada 24 Oktober 2017. Penyidikan berlanjut hingga akhirnya terungkap ada 33 siswi yang menjadi korban kelakuan bejat Suratno. Kini kasus itu sudah memasuki persidangan di PN Wonogiri. Pada sidang 8 Mei lalu, dengan agenda pembacaan tuntutan, Suratno dituntut 14 tahun penjara dan denda Rp60 juta subsider enam bulan kurungan.

2. Siswi SMP Diperkosa 4 Pemuda di Hari Ultahnya

Peristiwa ini terjadi pada 29 September 2016, tepat pada hari ulang tahun ke-16 remaja perempuan berinisial RA, asal Kecamatan Jatiroto. Namun bukannya merayakan kebahagiaan di hari jadinya, RA malah menjadi korban perkosaan oleh empat pemuda tetangganya sendiri. Sebelum diperkosa, RA dibawa ke hutan dan dicekoki minuman keras. Setelahnya RA diantar pulang oleh para pelaku dalam keadaan mabuk.

Sampai saat ini, atau lebih dari 1,5 tahun kemudian, keempat pelaku yang berinisial AT, Ok, Dn, dan Ekw, belum tertangkap. Diduga mereka kabur ke luar daerah begitu kasus itu diselidiki polisi.

3. Remaja Dicabuli Ayah Tiri setelah Digilir 5 Pemuda

Pengalaman tragis ini dialami Au, remaja 14 tahun asal Wonogiri pada Mei 2017. Au menjadi korban perbuatan bejat ayah tirinya, ADR, 30, warga Bekasi yang tinggal di Wonogiri. ADR sudah berulang kali mencabuli Au dengan alasan sering bertemu dan bernafsu. Namun, peristiwa terakhir yang terjadi pada 13 Mei 2017 adalah yang paling tragis karena terjadi hanya berselang 4 hari setempat Au menjadi korban pencabulan  oleh lima pemuda.

Au dicabuli bergiliran oleh lima pemuda tersebut, yakni Ru, 21, Dp, 23, Ag, 19, Dj, 16, dan Am, 21, pada 9 Mei 2017 malam. Sebelum dicabuli, Au dicekoki minuman keras. Dalam keadaan mabuk, Au dibawa kelima pelaku menggunakan minibus ke GOR Giri Mandala sebentar kemudian ke gardu pandang Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Di gardu pandang WGM, Au dicabuli oleh Dj dan Ru di dalam minibus. Selanjutnya Au dibawa ke Plasa WGM dan dicabuli oleh Ag. Setelah itu, Au dibawa ke sekitar Gunung Gandul dan digilir oleh Dj, Ag, Am, Ru, dan Dp. Setelah puas melakukan aksi bejat mereka, para pelaku menurunkan Au di belakang GOR Giri Mandala dan meninggalkannya di sana. Au yang kebingunan diantarkan pulang ke rumahnya oleh salah satu warga.

Kasus ini terungkap setelah ayah kandung Au, PS, yang tinggal di Batam mendapat informasi dari petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Wonogiri kemudian melapor ke polisi.

4. Bocah SD Dicabuli 4 Orang termasuk Ayah Tiri dan Kakak Kandung

Peristiwa memilukan ini terungkap pada Desember 2016. Korbannya seorang bocah perempuan berusia 10 tahun berinisial SDK, siswi SD di Jatipurno, Wonogiri. SDK menjadi korban pencabulan empat orang laki-laki, dua di antaranya ayah tirinya berinisial SCW, 71, kakak kandungnya, Skn, 20, dan dua tetangga mereka, Stm, 83, dan Ksn, 53.

Kasus ini terungkap setelah SDK mengatakan kepada ayah kandungnya, Stn, 54, tentang apa yang dialaminya. Kemudian Stn melapor ke polisi. Tak lama kemudian polisi menangkap tiga di antara empat pelaku dan mereka mengakui perbuatan mereka. Bahkan kakak SDK, Skn sudah mencabuli SDK sejak adiknya itu berusia lima tahun. Stm melakukan pencabulan  terhadap SDK kali pertama pada Juli 2016. Lalu ayah tiri SDK, SCW, mencabuli sebulan setelahnya.

5. Remaja 15 Tahun Cabuli 3 Anak

Perbuatan asusila pencabulan dilakukan seorang remaja SMP di Slogohimo, Wonogiri, pada tiga anak, dua di antaranya siswa TK dan satu siswa PAUD. Peristiwa ini terjadi pada Oktober 2017 lalu. Remaja berusia 15 tahun berinisial AP itu mencabuli OF, 4, SN, 8, dan KN, 8.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, OF, menceritakan perbuatan AP kepada tetangganya yang merupakan ibu teman OF. Dari situ kemudian dua korban lainnya, SN dan KN, menceritakan hal serupa, sehingga masalah ini kemudian dilaporkan ke polisi.