Tol Soker Dibuka saat Lebaran, Kendaraan Masuk Solo Tetap Tambah

ilustrasi arus mudik Lebaran. (Solopos/dok)
29 Mei 2018 15:17 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo memprediksi jumlah kendaraan yang memasuki jalanan Kota Bengawan pada arus mudik dan balik Lebaran 2018  mencapai 8,1 juta unit.

Jumlah tersebut merupakan hasil prediksi kenaikan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 3% dibanding tahun lalu. Dishub mencatat jumlah kendaraan bermotor yang memasuki jalanan Kota Solo pada arus mudik dan balik Lebaran 2017 mencapai 7,93 juta unit.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan Dishub meyakini jumlah kendaraan bermotor yang memasuki jalanan Kota Solo pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2018 lebih banyak 3% dibanding tahun lalu. “Pemanfaatan Tol Soker [Solo-Kertosono] kami yakini belum akan berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah kendaraan bermotor yang masuk Kota Solo,” kata Ari saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (29/5/2018).

Ari menyampaikan sudah tentu peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas di sejumlah lokasi Solo. Dishub memetakan sedikitnya ada 17 lokasi yang masuk daerah rawan macet saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Penentuan lokasi rawan macet itu mengacu pada kondisi Solo kekinian dan pengalaman Dishub saat menangani arus mudik dan balik tahun-tahun sebelumnya. Beberapa lokasi yang dinyatakan rawan macet, antara lain simpang Kerten, simpang Taman Kota Kerten, simpang Faroka, Pasar Nongko, dan lain sebagainya.

“Tentu kami harus menyiapkan sejumlah solusi agar para pemudik bisa merasa nyaman dan aman ketika sampai di Solo. Hal-hal yang akan kami lakukan di antaranya mulai memaksimalkan pengendalian simpang dengan CCTV, memasang RPPJ [Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan] hingga mengintensifkan patroli,” jelas Ari.

Dishub dijadwalkan mulai memasang RPPJ pada H-15 Lebaran atau Kamis (31/5/2018) mendatang. Bukan hanya itu, Dishub juga akan mendirikan rest area untuk meningkatkan pelayanan kepada para pemudik di Solo.

Sedikitnya lima rest area akan didirikan Dishub di Jl. Slamet Riyadi, Jl. Adisucipto, Jl. Bhayangkara , Jl. Ir. Sutami (Jurug), dan Jl. Kol. Sugiyono pada H-8 Lebaran atau Kamis (7/6/2018). Pemasangan rest area rencananya dibarengi pemasangan barikade maupun water barrier di beberapa lokasi rawan macet yang disebabkan adanya pertemuan arus kendaraan atau merging.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan OPD lain untuk mengupayakan arus mudik dan balik Lebaran 2018 bisa berjalan lancar. Misalnya, kami berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar pembangunan atau perbaikan jalan, drainase, jembatan, dan inftrastruktur lainnya diupayakan bisa selesai H-10 Lebaran,” tutur Ari.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menyatakan Dishub tak akan membuat skema manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) baru untuk diberlakukan pada saar arus mudik dan balik Lebaran 2018. MRLL yang akan diterapkan Dishub pada H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran yakni MRLL yang saat ini berlaku untuk pembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

Dishub khawatir masyarakat Solo khususnya akan mengalami kebingunan lagi jika Dishub menerapkan MRLL baru. Dishub menilai lebih efektif jika MRLL yang diterapkan pada arus mudik dan balik Lebaran adalah MRLL yang sekarang ini berlaku.

Dengan demkian, pekerjaan rumah (PR) Dishub tinggal mengarahkan pemudik ke jalur alternatif yang paling baik karena sementara tidak bisa menyeberang perlintasan sebidang Manahan. Hari meminta para calon pemudik untuk tidak terlalu khawatir dengan pemberlakukan rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.