Penukaran Uang Baru, Boyolali Dijatah Rp3,3 Miliar

Warga menukar uang pecahan pada salah satu loket mobil layanan gerak di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, Senin (28/5 - 2018). (Istimewa/Pemkab Boyolali)
29 Mei 2018 10:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Masyarakat Boyolali mendapat jatah uang baru senilai Rp3,3 miliar dari Bank Indonesia (BI) Solo untuk ditukar menjelang Lebaran 2018 ini.

“Kami hari ini menyiapkan modal penukaran cukup banyak, yakni pecahan kecil sekitar Rp3,3 miliar untuk melayani sekitar 700 penukar. Target kami adalah para ASN dan masyarakat,” jelas Kepala KPW BI Solo Bandoe Widiarto di sela-sela acara penukaran uang di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Boyolali, Senin (28/5/2018).

Dalam penukaran uang di Boyolali ini BI bekerja sama dengan bank yang ditunjuk, yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BPD Bank Jateng. Dengan banyak loket penukaran yang disediakan, BI Solo mengimbau masyarakat menukarkan di bank yang ditunjuk, bukan di pinggir jalan.

“Karena di situ [penukaran di pinggir jalan] sangat berisiko. Selain dikenai biaya, juga ada kemungkingan uang palsu,” ungkap Bandoe seperti tertulis dalam siaran pers dari Pemkab Boyolali.

Estimasi kebutuhan uang baru di Soloraya menjelang Lebaran tahun ini, menurut Bandoe, ada kenaikan 9% dibanding Lebaran 2017. Pada 2017 kebutuhannya kurang lebih Rp4,6 triliun, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp5,034 triliun.

Bandoe mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Boyolali yang mencapai 5% persen. Karena itulah, BI membuka layanan penukaran uang baru menjelang Lebaran ini di Boyolali selain juga di daerah lain.

“Alasan lainnya yakni jajaran Pemkab Boyolali bersih dari KKN karena saya tahu bahwa Boyolali sangat progresif untuk menerapkan non-cash. Karena Boyolali sangat serius agar tidak ada pungutan maupun transaksi di bawah tangan. Tepat waktu dan tepat tujuan,” tandas Bandoe.

Sementara itu, Bupati Boyolali Seno Samodro menekankan imbauan BI agar masyarakat tidak menukarkan uang di pinggir jalan. “Saya sepakat dengan BI Solo agar penukaran uang tidak dilaksanakan di jalan. Untuk para ASN serta masyarakat kami berikan kesempatan. Tukarlah uang, manfaatkanlah sebaik-baiknya,” jelas Bupati Seno.