179 Desa Klaten Belum Cairkan Dana Desa Tahap I 2018

ilustrasi dana desa. (Solopos/Dok)
29 Mei 2018 13:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 179 desa di Klaten hingga akhir Mei ini belum mencairkan dana desa tahap I 2018. Dari total 401 desa di kabupaten tersebut saat ini baru 200 desa yang sudah mencairkan dana desa tahap I.

Sebanyak 12 desa lainnya sedang proses pencairan, dan 179 desa sisanya belum mencairkan. Kepala Seksi Pembinaan Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Agus Supratikno, mengatakan total dana desa yang dicairkan untuk 200 desa senilai Rp32.912.601.000.

Saat ini ada 12 desa yang dalam proses pencairan. "Sampai saat ini baru 200 desa yang mencairkan DD. Sisanya belum," kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (28/5/2018).

Ia mengatakan kendati molor dari jadwal pencairan, hal itu diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan di masing-masing desa. Keterlambatan pencairan ini lantaran sejumlah desa harus berkonsentrasi pada pengisian perangkat desa bulan lalu.

"Ada proses pengisian perangkat desa menyebabkan desa harus fokus ke sana karena keterbatasan jumlah perangkat desa. Hal ini semoga tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan program," harap dia.

Pencairan tahap I, lanjut Agus, sebesar 20 persen dari total dana desa yang diterima desa. Setelah direalisasikan, desa mencairkan dana desa tahap II sebesar 40 persen sekitar akhir Juni. Persyaratan pencairan tahap II adalah melaporkan hasil realisasi dari dana tahap I.

Kemudian, ditutup pencairan tahap III sebesar 40 persen sisanya di akhir tahun. "Untuk syarat pencairan tahap II hanya melaporkan hasil realisasi tahap I," urai dia.

Kepala Desa (Kades) Serenan, Kecamatan Juwiring, Akip, mengatakan dana desa untuk Desa Serenan belum cair kendati ia telah memenuhi seluruh persyaratan pekan lalu. Menurut informasi dari Dispermasdes, dana desa untuk Serenan cair pekan ini.

"Saya belum menanyakan lagi ke Dispermasdes. Tapi diperkirakan pekan ini cair," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (29/5/2018).

Ia menjelaskan dana desa dialokasikan ke sejumlah kegiatan seperti perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Keterlambatan pencairan dana desa akan sedikit menghambat pelaksanaan program tepat waktu kendati ia optimistis seluruh kegiatan terealisasi 100 persen di akhir tahun.

Hal serupa juga terjadi di Desa Puluhan, Kecamatan Trucuk. Kades Puluhan, Suharjono, mengatakan dana desa belum cair lantaran terkendala input data ke Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa juga sempat terkendala sejumlah agenda salah satunya pengisian perangkat desa.

Dana Desa Puluhan dialokasikan untuk program-program baik infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, rumah tak layak huni, dan difabel. "Memang di awal pencairan agak mundur. Tapi ke depannya saya kira lebih lancar. Artinya, program-program yang ada bisa selesai sesuai jadwal hingga akhir tahun," ujar Suharjono.