20 Siswa SMP Klaten Tak Lulus UN

Siswa SMPN 1 Klaten membagikan takjil di kawasan Alun-Alun Klaten, Senin (28/5 - 2018). Aksi bagi/bagi takjil dilakukan untuk merayakan kelulusan sekolah. (Istimewa)
29 Mei 2018 15:10 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 20 siswa dari belasan ribu siswa peserta ujian nasional (UN) 2018 dinyatakan tak lulus. Sementara, 27 siswa SMPN 2 Klaten memperoleh nilai UN 100 untuk salah satu mata pelajaran.

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Lasa, mengatakan jumlah peserta UN SMP di Klaten sebanyak 17.752 peserta. Dari jumlah itu, 20 peserta tidak ikut UN sementara 17.732 peserta ikut UN. Artinya, 20 peserta tidak ikut UN dinyatakan tidak lulus.

“Kami masih menghimpun data dari seluruh sekolah termasuk memetakan berapa banyak yang mendapat nilai 100,” kata Lasa saat dihubungi Solopos.com, Senin (28/5/2018).

Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdik Klaten, Tri Margiyanto, mengatakan belasan ribu peserta UN itu berasal dari 65 SMP negeri, 34 SMP swasta, 16 MTs negeri, dan 11 MTs swasta.

Soal hasil UN tahun ini, Tri mengatakan secara umum mengalami penurunan dibanding 2017. Namun, Disdik masih melakukan pemetaan. Ia mengatakan faktor kelulusan kali ini tak hanya ditentukan dari UN. Faktor penentu lainnya seperti hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Sementara itu, dari hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN 2 Klaten, sebanyak 27 siswa meraih nilai 100 untuk mata pelajaran matematika. Salah satu siswa bernama Agus Dwi Nugroho meraih nilai 100 masing-masing untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia.

Kepala SMPN 2 Klaten, Woro Subaningsih, mengatakan nilai rata-rata hasil UNBK siswa SMPN 2 Klaten yakni 332,5 dengan nilai tertinggi 381,5 dan terendah 204. Nilai rata-rata UNBK menurun dibanding rata-rata UNBK 2017 yakni 334.

Woro mengatakan penyebab menurunnya nilai UN kali ini beragam salah satunya hasil ujian tak lagi menentukan kelulusan siswa. Selain itu, soal UNBK tahun ini lebih rumit lantaran terdapat soal tertentu dengan kategori higher order thinking skills (HOTS) atau membutuhkan daya nalar tinggi. “Anak-anak belum terbiasa dengan tipe soal seperti itu,” kata Woro saat ditemui di SMPN 2 Klaten, Senin (28/5/2018).

Woro mengatakan pengumuman hasil ujian diserahkan kepada masing-masing orang tua pada Senin pukul 14.00 WIB. ia menjelaskan siswa tak diperkenankan menggelar perayaan kelulusan dengan aksi konvoi atau coret-coret seragam. Ia menyarankan agar seragam sekolah dirawat dan disumbangkan. “Kalau ada yang konvoi dan tertangkap polisi, kami dari sekolah tidak bertanggung jawab,” jelas Woro.

Di SMPN 1 Klaten, siswa merayakan kelulusan dengan membagikan takjil di kawasan Alun-alun Klaten hingga Plasa Klaten, Senin sore. Berdasarkan rilis yang diterima Solopos.com, ide membagikan takjil itu diinisiasi OSIS SMPN 1 Klaten. Aksi bagi takjil merayakan kelulusan dilakukan sesuai imbauan kepala SMPN 1 Klaten, Ismadi, agar perayaan kelulusan tanpa konvoi dan tanpa coret-coret seragam serta tanpa konvoi.