Permukaan Aspal Koridor Jensud Solo Diganti Batu Andesit

Gambar denah rencana penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
30 Mei 2018 18:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo bakal mengganti lapisan aspal Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) dengan batu andesit. Hal ini untuk menegaskan identitas Jl. Jensud sebagai koridor budaya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Solo, Taufan Basuki Supardi, membeberkan Jl. Jensud selama ini kerap digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan seni budaya di Kota Bengawan. Dinas PUPR menganggap penggantian lapisan aspal jalan  dengan batu andesit mampu menjadikan Jl. Jend. Surdirman lebih representatif lagi untuk pelaksanaan kegiatan seni budaya.

“Kami mau mengembalikan koridor Jl. Jenderal Sudirman sebagai kawasan bernuansa budaya. Di sana kan memang sering digunakan untuk venue kegiatan seni budaya,” kata Taufan saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (30/5/2018) pagi.

Dinas PUPR pada tahun ini baru bisa mengganti lapisan aspal Jl. Jend. Sudirman dengan batu andesit hanya pada ruas Jembatan Pasar Gede hingga sebelum perempatan Bank Indonesia  (BI) atau Telkom. Untuk pekerjaan itu, Dinas PUPR menganggarkan dana sekitar Rp4 miliar.

Pekerjaan penggantian aspal dengan batu andesit di ruas tersebut ditarget bisa dimulai pada Juli mendatang. Sementara untuk penggantian lapisan aspal dengan batu andesit pada ruas perempatan BI sampai Bundaran Gladak rencananya dikerjakan menyusul secara bertahap pada 2019 dan 2020.

“Jl. Jenderal Sudirman nanti menjadi venue andalan on street untuk kegiatan seni budaya. Trotoarnya akan kami tata sekalian. Kami sudah punya DED-nya. Seumpama badan Jl. Jenderal Sudirman untuk pentas, trotoarnya nanti bisa untuk audiens-nya,” jelas Taufan.

Taufan menjamin secara kualitas, Jl. Jenderal Sudirman yang dilapisi batu andesit tetap kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Dia menerangkan sebelum dipasang batu andesit, badan Jl. Jend. Sudirman terlebih dahulu dikeruk untuk kemudian dicor beton. Setelah itu baru dipasang dengan batu andesit yang memiliki ketebalan 10 sentimeter (cm).

Batu andesit bakal dipasang membentuk pola-pola yang telah disiapkan. Dia menuturkan penataan batu andesit tidak akan terlalu banyak bermain dengan warna. Dinas PUPR akan menata batu andesit dengan desain monokromatis atau hanya bermain gelap terang antara batu hitam dan batu abu-abu.

“Konstruksi Jl. Jenderal Sudirman akan kami ganti dengan beton. Kami jamin kondisi jalan ke depan tetap tidak akan mudah rusak. Batu andesit yang kami gunakan saja tebalnya 10 cm,” jelas Taufan.

Taufan menyampaikan pelaksanan proyek Penataan Koridor Jensud tersebut tentu bakal berdampak pada kelancaran arus lalu lintas kendaraan di pusat Kota Solo tersebut. Maka dari itu, Dinas PUPR dalam waktu dekat bakal berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo untuk membantu dalam pengaturan lalu lintas.

Dia mengatakan proyek penggantian lapisan aspal dengan batu andesit itu ditarget rampung pada Desember 2018. Namun, Dinas PUPR berharap pekerjaan itu bisa selesai lebih cepat.