Wali Kota Solo: Lebaran, Kendaraan Dinas Tak Perlu Dikandangkan

ilustrasi kendaraan dinas. (Solopos/Dok)
31 Mei 2018 10:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Larangan penggunaan kendaraan dinas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mudik Lebaran oleh aparatur sipil negara (ASN) sepertinya tak berlaku tahun ini.

Pemkot Solo akan memperbolehkan ASN menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran. Kebijakan ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya di mana Pemkot mewajibkan semua kendaraan dinas dikandangkan di Balai Kota selama cuti Lebaran.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo beralasan kendaraan berpelat merah tersebut akan lebih terawat jika digunakan daripada harus dikandangkan di Balai Kota. Wali Kota khawatir jika kendaraan dinas harus diparkir di Balai Kota, Pemkot justru akan kerepotan.

Apalagi jumlah kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat, saat ini mencapai ribuan sehingga tidak memungkinkan dengan keterbatasan personel Pemkot Solo mampu merawat kendaraan tersebut selama cuti Lebaran.

“Libur Lebaran tahun ini kan panjang. Kalau setiap hari harus memanasi mesin dengan jumlah kendaraan ribuan kan repot,” kata Rudy sapaan akrabnya ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (29/5/2018).

Meski diperbolehkan untuk mudik, Pemkot tetap memberi beberapa catatan, di antaranya kendaraan tersebut diminta tetap dirawat. Apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, ASN yang bersangkutan wajib bertanggung jawab, termasuk dalam pengisian bahan bakar (BBM), Rudy mewanti-wanti tidak menggunakan uang negara, karena kepentingannya untuk pribadi, bukan perjalanan dinas.

Kendati menyetujui penggunaan kendaraan dinas untuk mudik, Pemkot belum mengeluarkan edaran mengenai hal tersebut. “Kami masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait regulasinya. Tapi kalau saya sih boleh saja untuk mudik,” katanya.