Pusat Penjualan Busana Solo Mulai Diserbu

Keramaian pengunjung di salah satu kios BTC Solo, Rabu (30/5 - 2018). (Solopos/M.Feri Setiawan)
31 Mei 2018 14:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Memasuki pertengahan Bulan Puasa, beberapa pusat penjualan busana di Solo mulai diserbu pelanggan, Rabu (30/5/2018). Omzet penjualan pedagang pun meningkat hingga ratusan persen.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Beteng Trade Center (BTC) Solo, pengunjung memadati beberapa tenant, baik di lantai I maupun lantai II. Ada yang memilah-milah barang dagangan yang digelar di lantai di depan salah satu tenant di lantai II.

Salah satu pedagang di BTC, Utri, mengatakan kunjungan pada Rabu siang tersebut belum terlalu ramai. "Ini belum seberapa, kalau Senin biasanya sangat ramai," kata dia saat ditemui di BTC, Rabu.

Dia mengakui sejak sebulan sebelum Ramadan, jumlah penjualan barang maupun jumlah kunjungan sudah meningkat dibandingkan bulan-bulan biasa. "Lebih ramai, terutama untuk penjualan busana muslim seperti gamis, jilbab, dan sebagainya. Kebanyakan para reseller yang datang untuk mengambil barang untuk dijual kembali," kata dia.

Untuk kebutuhan barang pun meningkat hingga dua kali lipat. Pedagang lain, Henny Meytri, juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya permintaan busana muslim meningkat lebih dari 300 persen. Sedangkan omzetnya bisa meningkat 4-5 kali lipat.

"Permintaan busana koko dan gamis meningkat cukup banyak. Stok barang meningkat 80 persen," kata dia.

Dia mengatakan selama Bulan Puasa, kunjungan ke BTC  pun meningkat cukup banyak. Bahkan dalam kondisi ramai, dalam sehari bisa sekitar 1.000 pengunjung datang ke lapaknya. Kebanyakan pengunjung adalah para reseller yang sudah berlangganan datang. "Sebagian besar reseller, sisanya pengunjung baru," kata dia.

Pusat tekstil Pasar Klewer juga sudah ramai. Salah satu pedagang, Nugroho, mengatakan saat ini penjualan barang sudah meningkat hingga 20 persen. Pedagang lain, Stevani, mengatakan saat ini penjualan batik belum mengalami peningkatan signifikan. "Tapi kemarin kunjungannya sudah ramai," kata dia, Rabu.

Sebelumnya pedagang busana muslim, Farid Lutfi, menuturkan permintaan mukena sudah banyak meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Bahkan hal itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. "Peningkatannya mungkin sudah 50 persen," kata dia.