Siap-Siap Ngungsi, Ternak Lereng Merapi Boyolali Didata

Warga Tlogolele, Selo, Boyolali, mengungsi tempat pengungsian sementara (TPS) di desa setempat, Senin (21/5 - 2018) malam. (Solopos / Akhmad Ludiyanto)
31 Mei 2018 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Rentetan erupsi freatik Gunung Merapi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat warga lereng gunung tersebut waspada. Berbagai upaya mereka lakukan untuk persiapan jika sewaktu-waktu harus mengungsi, salah satunya menginventarisasi ternak.

Seperti daerah lain di lereng Merapi  yakni Klaten dan Sleman, Boyolali juga melakukan pencatatan hewan ternak mereka. Salah satunya dilakukan Pemerintah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, yang berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi.

Kepala Desa Tlogolele Widodo mengatakan inventarisasi ternak merupakan salah satu upaya penaggulangan bencana alam, selain penyelamatan manusia. Hal itu mengingat hewan ternak ini merupakan investasi warga lereng Gunung.

“Sudah kami lakukan inventarisasi ternak agar semua tercatat dengan baik,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (30/5/2018).

Jika terjadi erupsi besar dan memaksa warga mengungsi, ternak juga akan diungsikan ke tempat aman. Salah satu perangkat desa setempat, Maryanto, menambahkan berdasarkan inventarisasi yang dilakukan pemerintah desa, di Tlogolele  ada 106 ekor sapi dan 23 ekor kambing.

Berdasarkan catatan Solopos.com, di Boyolali sudah dibentuk desa tangguh bencana (destana) untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa atas dampak bencana erupsi Merapi. Desa tersebut berada pada radius 25 km dari puncak Merapi yang tersebar di Selo, Cepogo, dan Musuk.

Konsep desa tanggap bencana ini adalah warganya mampu melakukan tindakan penyelamatan secara mandiri. Di masing-masing desa ini juga sudah dibentuk tim siaga desa [TSD] yang akan menggerakkan masyarakat untuk menanggulangi bencana.

Di Selo, destana meliputi Jrakah, Lencoh, Klakah, Samiran, Tlogolele, Suroteleng, dan Selo. Di Cepogo ada Wonodoyo, Gedangan, Jombong, dan Cepogo. Sementara di Musuk ada Mriyan, Cluntang, Sangup, dan Kembangsari.

Selain destana, Pemkab juga membentuk sister village yang menjadi tempat evakuasi warga destana. Desa ini lokasinya berdekatan dengan destana namun dinilai aman dari dampak erupsi Merapi.

Sister village ini berada di tiga kecamatan yakni Ampel, Mojosongo, dan Boyolali Kota. Di Kecamatan Ampel yaitu Kembang, Banyuanyar, dan Sidomulyo. Sister village di Kecamatan Mosojongo adalah Singosari, Madu, Tambak, Karagnongko, dan Kemiri. Sedangkan Kecamatan Boyolali Kota semuanya menjadi sister village kecuali Winong.