Tak Kapok, Residivis Pengguna Sabu-Sabu Boyolali Tertangkap Lagi

Polisi menunjukkan pelaku dan barang bukti dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Mapolres Boyolali, Rabu (30/5 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
31 Mei 2018 11:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Hukuman delapan bulan penjara pada 2016 yang pernah dijalani Sulaksono, 47, akibat kasus narkoba  jenis sabu-sabu rupanya belum membuatnya jera. Warga Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, ini kembali ditangkap aparat Polres Boyolali karena kasus yang sama, Selasa (29/5/2018).

Ayah dua anak ini tak bisa menyembunyikan satu paket sabu-sabu di tangannya saat polisi menggeledah dirinya di jalan Dukuh Cabeyan, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Boyolali. Bahkan, usahanya untuk membuang barang bukti itu gagal karena ketahuan polisi yang sudah mengamatinya.

Penangkapan ini berawal dari laporan yang didapat polisi dari masyarakat di jalan kampung Dukuh Cabeyan itu kerap dijadikan tempat transaksi sabu-sabu. Atas informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berusaha menguak pelaku transaksi.

Setelah mendapatkan identitas yang cukup mengenai pelaku dan aktivitasnya, polisi mengintai lokasi pada 29 Mei lalu. Sekitar pukul 20.30 WIB, polisi mendapati seseorang dengan ciri-ciri mirip pelaku yang dilaporkan mengendarai sepeda motor Honda Grand AD 5241 YH dan berhenti di pinggir jalan.

Kasatnarkoba AKP Arifin Suryani mewakili Kapolres Boyolali  AKBP Aries Andhi mengatakan petugas lalu menghampiri Sulaksono dan bermaksud memeriksa dan menggeledahnya. “Saat akan digeledah pelaku sempat berusaha membuang segenggam tisu. Setelah diperiksa ternyata tisu itu berisi plastik yang di dalamnya ada serbuk putih yang diduga sabu,” ujar Arifin didampingi Kasubbag Humas AKP Eddy Lilah kepada wartawan di Mapolres, Rabu (30/5/2018).

Kepada petugas Sulaksono mengakui serbuk itu adalah sabu-sabu miliknya yang sebagian isinya sudah dipakai bersama teman-temannya. Atas tindakannya ini, Sulaksono dibawa ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga turut mengamankan ponsel dan sepeda motor milik pelaku sebagai barang bukti.

Kepada wartawan, Sulaksono mengaku mengenal sabu-sabu sejak 2010 dan hanya sesekali menggunakannya. “Setelah dipenjara sebenarnya saya sudah kapok. Tapi karena pergaulan, saya coba dan pakai [sabu lagi],” kata Sulaksono yang mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari seorang penjual di Kartasura, Sukoharjo.