Pemprov Jateng Cek Kesiapan Terminal Tirtonadi Solo

Rombongan pejabat Pemprov Jateng mengecek armada mudik Lebaran di Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (31/5 - 2018). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)
01 Juni 2018 12:35 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengecek kesiapan Terminal Tirtonadi Solo untuk menyambut pemudik Lebaran 2018, Kamis (31/5/2018).

Dalam kesempatan itu, rombongan yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Peni Rahayu, mengecek baik fasilitas terminal maupun armada mudik Lebaran dan memberikan sejumlah catatan. Catatan itu antara lain masih ada bus yang belum memasang alat darurat pemecah kaca.

“Kami minta pengelola langsung menindak tegas jika ada yang tidak tertib. Apalagi jika itu yang melakukan sopir segeralah disemprit dan laporkan ke PO bus bersangkutan. Hal ini demi memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang agar bias mudik dengan nyaman dan aman,” tutur Peni kepada wartawan.

Di sisi lain, Peni mengingatkan petugas soal ramp check pada armada yang masuk ke Terminal Solo. Ramp check meliputi kelengkapan lampu, rem, ban, kaca, wiper hingga tes urine dan kesehatan bagi sopir.

Terlepas dari catatan itu, Peni mengapresiasi kesiapan Terminal Solo dalam menyambut pemudik. Hal ini bisa terlihat dari kian komplet dan nyamannya ruang tunggu di dalam terminal.

“Terkait kelancaran arus mudik, Pemprov juga membuka Posko Keamanan Lebaran yang dipusatkan di Wisma Perdamaian. Posko kami buka mulai 6 Juni sampai H+10 Lebaran. Dengan demikian, semua koordinasi berada di satu pintu, termasuk soal keluhan masyarakat terkait arus mudik dan balik bisa langsung dilaporkan ke Posko,” imbuhnya.

Koordinator Terminal Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, memprediksi ada kenaikan arus mudik sebesar 8% dibanding Lebaran tahun lalu. Hal ini karena ada tambahan kuota fasilitas mudik gratis khususnya dari Jakarta oleh Kementerian Perhubungan maupun sejumlah perusahaan. Namun demikian, untuk pemudik reguler yang menggunakan bus AKAP dan AKDP diperkirakan cenderung menurun lantaran adanya mudik gratis.

“Jika pada 2017 ada 61 bus untuk mudik gratis. Tahun ini ditambah menjadi 70 bus sehingga kebanyakan warga memilih fasilitas ini daripada menggunakan bus umum. Di sisi lain, kami sudah siap untuk menyambut para pemudik,” katanya.

Rombongan Pemprov Jateng selanjutnya mengecek kesiapan jalan tol Solo-Kertosono (Soker), Stasiun Solo Balapan, dan flyover Manahan. Ada catatan khusus mengenai jalan tol ini, yakni perlunya meningkatkan kewaspadaan di perlintasan di sejumlah wilayah seperti Boyolali dan Karanganyar.

Peni menambahkan ada dua lokasi yang belum bisa digunakan saat arus mudik maupun balik nanti, yakni di jembatan Kalikuto di Gringsing, Batang, dan jembatan Kenteng, di Susukan, Kabupaten Semarang.

“Jalan tol sudah terhubung, sehingga nantinya kendaraan pribadi bisa langsung melintas demi mengurangi kepadatan lalu lintas. Namun demikian, perlu tambahan rambu-rambu karena belum adanya penerangan. Maka dari itu, penggunaannya idbatasi hingga pukul 17.00 WIB,” jelasnya.