Pemkab Sukoharjo Prioritaskan 6 Jalur Alternatif

Sejumlah pekerja tengah menambal aspal jalan yang rusak dan berlubang di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (24/5 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
01 Juni 2018 00:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo memprioritaskan perbaikan enam jalur alternatif  menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2018. Pengerjaan proyek perbaikan digenjot agar bisa rampung tepat waktu.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Sukoharjo, Jumadi, mengatakan ke-enam ruas jalan alternatif itu yakni Jalan Jenderal Sudirman, Samanhudi, Gatot Subroto, Rajawali, Slamet Riyadi dan R. Suprapto. Selama ini, jalur alternatif itu menjadi pilihan kaum boro yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. “Sekarang sudah mulai dikerjakan agar bisa rampung tepat waktu. Perbaikan jalan dilakukan dengan sistem tambal sulam,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (24/5/2018).

Jumadi mencontohkan perbaikan Jalan Jenderal Sudirman yang menghubungkan antara Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Ribuan pemudik dari Jakarta dan sekitarnya menuju Wonogiri dan Pacitan dipastikan melewati jalan itu. Biasanya, mereka pulang kampung menggunakan mobil pribadi. Namun, tak sedikit pemudik yang pulang ke kampung halaman menggunakan bus dan kereta api.

Biasanya, para pemudik melewati jalur alternatif untuk memperpendek waktu tempuh perjalanan. Terlebih, kondisi jalur alternatif cukup lengang sehingga para pemudik bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi. “Lubang jalan yang muncul di sejumlah lokasi disebabkan aspal jalan tak kuat menahan kendaraan bertonase tinggi. Pekerja telah menambal lubang jalan agar tak mengganggu para pemudik,” ujar Jumadi.

Selain itu, ruas jalan Gentan, Bendosari-Bakalan, dan Polokarto bakal diperlebar hingga dua meter. Ruas jalan itu menjadi jalur alternatif favorit di wilayah pinggiran yang menghubungkan Sukoharjo-Karanganyar.

Jumadi menargetkan perbaikan jalur alternatif rampung sebelum sepekan atau H-7 menjelang Lebaran. “Para pemudik diperkirakan melewati jalur alternatif di Sukoharjo sepekan menjelang Lebaran seiring libur perayaan Lebaran bagi pegawai kantoran dan sekolah. Mudah-mudahan bisa rampung sebelum para pemudik tiba di Sukoharjo,” terang dia.

Seorang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sudirman, mengatakan jalur Pasar Glondongan-Mulur berstatus jalan kabupaten. Jalur itu menghubungkan beberapa wilayah desa di Kecamatan Polokarto dan Bendosari. Selama tiga tahun terakhir, kondisi jalan rusak parah. Lubang jalan berdiameter antara satu meter-dua meter bermunculan di sepanjang jalur tersebut.

Para pengendara sepeda motor tak bisa memacu laju kendaraannya dengan kecepatan tinggi lantaran takut terperosok lubang jalan. “Sudah lama jalur itu tak diperbaiki oleh instansi terkait. Padahal, akses jalan utama penghubung antarkecamatan,” kata dia.