Lebaran, Prambanan dan Jatinom Klaten Paling Rawan Macet

ilustrasi arus mudik Lebaran. (Solopos/dok)
06 Juni 2018 08:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Kawasan Prambanan dan Jatinom, Klaten, diprediksi menjadi kawasan paling rawan kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Sementara ruas jalan raya Jogja-Solo rawan kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman Gautama Putra, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan daerah rawan kemacetan di Prambanan terutama di simpang tiga dekat Poslantas Prambanan. Persimpangan itu menjadi jalur utama memasuki wilayah Jogja serta kawasan parkir Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan.

Saat Lebaran, Candi Prambanan menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi pemudik. Sementara titik rawan kemacetan di Jatinom berada di persimpangan Jatinom tepatnya di depan Koramil. Persimpangan itu menjadi daerah pertemuan menuju Kecamatan Karanganom atau objek wisata air di Polanharjo dan Tulung serta jalur alternatif menuju Boyolali dan sekitarnya.

Setiap Legi pada penanggalan Jawa, kawasan Jatinom kian ramai lantaran pedagang dan pembeli berdatangan ke Pasar Legen di lapangan Bonyokan. Lapangan itu berada di tepi jalur utama Jatinom.

Soal puncak kemacetan di kawasan Prambanan, Kasatlantas memperkirakan terjadi pada H+1 hingga H+7 Lebaran. “Puncaknya pada H+2 Lebaran karena antrean masuk ke TWC Prambanan, kami siapkan jalur paling kanan sepanjang 2 km khusus antrean kendaraan. Apabila arus lalu lintas masih padat, kami berlakukan contra flow serta untuk masuk TWB Prambanan, putar balik di belakang Pos PJR Prambanan Jogja,” kata Kasatlantas saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (4/6/2018).

Terkait kawasan rawan kecelakaan lalu lintas, Kasatlantas menjelaskan berada di sepanjang jalan raya Jogja-Solo terutama di wilayah Delanggu. Hal itu berdasarkan dari penyebaran kejadian laka selama ini.

“Kami rutin melakukan patroli di titik kecelakaan dan memberlakukan pelayanan cepat kecelakaan. Setiap ada TKP, unik laka wajib dengan ambulans atau tenaga kesehatan turut datang,” jelas dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Slamet Widodo, mengatakan titik rawan kemacetan lainnya di Klaten terutama di jalan nasional. “Untuk antisipasi kemacetan kami sudah siapkan jalur alternatif dan nanti dipandu menggunakan rambu-rambu,” katanya.