Sukoharjo Pasang 60 Rambu Bagi Pemudik

Pengguna jalan melintas di ruas jalan alternatif mudik yang sudah dilebarkan dua meter sehingga bisa untuk bersimpangan dua kendaraan roda empat di Desa Pondok, Kecamatan Nguter via Jembatan Lengking menuju Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. (Solopos/Trianto Hery Suryono)
09 Juni 2018 05:00 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo menyiapkan 60 rambu petunjuk arah bagi pemudik ke Sukoharjo. Rambu-rambu itu diprioritaskan di pasang di Kartasura dan jalan alternatif agar kemacetan arus lalu lintas tidak memanjang. Selain rambu, Dishub Sukoharjo juga menyiapkan personel statis dan mobiling untuk mengatur arus lalu lintas bersama-sama petugas satuan lalu lintas dan sukarelawan Lebaran 2018.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dishub Sukoharjo, Joko Indriyanto kepada wartawan, Kamis (7/6/2018). “Pintu keluar masuk tol Ngasem perlu diwaspadai dari kemacetan. Kami memperkirakan kendaraan akan menumpuk di pintu keluar jalan tol sehingga rambu petunjuk dipasang untuk memudahkan pemudik menuju tujuan. Petugas Dishub telah berkoordinasi dengan Satlantas untuk mengurai arus lalu lintas jika muncul kemacetan.”

Petuga mobiling, ujarnya, disiapkan untuk mengurai kemacetan di ruas-ruas jalan seperti Solo Baru dan Telukan, Kecamatan Grogol, Pasar Ir. Soekarno, Sukoharjo. Dia menjelaskan, untuk memudahkan pemantauan pihaknya juga mengaktifkan Circuit Closed Televition (CCTV) yang terpasang di 21 lokasi. Menurutnya, perbaikan fungsi CCTV telah dikebut dan selama arus mudik dan balik bisa normal kembali.

“Ada 21 layar di Kantor Dishub Sukoharjo untuk memantau ruas jalan di Sukoharjo. Jaringan CCTV itu juga bisa dipantau oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya di ruang kerjanya. Kepadatan arus lalu lintas akan diketahui dan petugas langsung bisa menuju lokasi untuk mengurainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan pemudik gratis akan berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 10 Juni jam 10.00 WIB. “Pemudik akan didrop di Terminal Joho Sukoharjo. Jadwal kedatangannya belum diketahui karena bergantung dari kondisi jalan. Jika perjalanan normal bus AKAP [Antarkota Antarprovinsi] akan tiba di Sukoharjo dini hari.”

Pada bagian lain, mantan Camat Baki tersebut menyatakan Terminal Tawangsari disiapkan sebagai rest area bagi pemudik dalam perjalanan ke Gunungkidul, Provinsi DIY. “Efektif atau tidak akan dievaluasi seusai Lebaran 2018. Pemkab [Sukoharjo] telah menyiapkan rest area bagi pemudik untuk melepas lelah,” jelasnya.

Warga Karanganyar, Deni Aryanti, menyatakan rambu petunjuk belum dipasang di wilayah Kartasura. “Saya tadi [Kamis] ingin menengok kakak di Makamhaji, Kartasura belum ada rambu-rambu baru. Arus lalu lintas sudah padat dan macet. Jika rambu tidak segera dipasang kemacetan akan terjadi di Kartasura,” katanya.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan tiga posko disiapkan di Kartasura karena menjadi pintu masuk dan kawasan segitiga Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, Kartasura tahun ini cukup unik karena difungsikannya pintu tol Ngasem. “Akan ada peningkatan arus lalin di pintu tol Ngasem sehingga perlu antisipasi karena menjadi titik persimpangan ke arah Jogja, Klaten dan Semarang. Untuk itu di jalur utama didirikan tiga pospam,” ujarnya.

Kapolres menyatakan rest area juga disiapkan. “Perintah dari Pak Kapolri, Makopolsek di jalur utama diminta siap menampung para pengendara untuk sekadar melepas lelah atau menumpang ke kamar kecil. Jika di makopolsek tidak memungkinkan bisa dibuatkan rest area di lokasi aman dan nyaman di jalur utama pemudik.”