Kaca Depan Pecah, Bus Ini Selamat Tempuh Palembang-Klaten

Petugas memeriksa salah satu bus AKAP di Terminal Ir. Soekarno, Klaten, yang kaca depannya rusak parah, Jumat (8/6 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
09 Juni 2018 14:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Petugas gabungan melakukan pemeriksaan bus serta awak bus di Terminal Ir. Soekarno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran 2018. Dari pemeriksaan tersebut, petugas mendapati pengemudi tak memenuhi syarat administrasi hingga kaca depan bus rusak.

Pemeriksaan dilakukan petugas gabungan dari Terminal Ir. Soekarno, Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Polres Klaten, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada para sopir bus meliputi tekanan darah, kesehatan mata, tes narkoba, alkohol, serta pemeriksaan gula darah.

Sementara, pemeriksaan terhadap bus di antaranya kondisi lampu, rem, alur dan ketebalan ban, penyeka kaca, serta dokumen administrasi seperti izin trayek. Kabid Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto, mengatakan dari hasil pemeriksaan selama sekitar satu jam ditemukan tiga bus yang tak memenuhi kelengkapan administrasi.

“Kami temukan ada yang izin trayeknya tidak sesuai. Ada yang kartu pengawasannya mati. Ada juga yang jalan dengan hanya dilengkapi buku uji. Secara administrasi itu sebenarnya tidak bisa beroperasi. Tetapi, untuk kesimpulannya kami serahkan ke pengelola terminal. Semuanya bus AKAP jarak jauh,” kata Joko saat ditemui wartawan di sela-sela pemeriksaan.

Selain tiga bus tersebut, petugas juga mendapati salah satu bus yang hampir seluruh bagian kaca depannya retak sehingga menghalangi pandangan sopir. Sementara di dalam bus terdapat tiga penumpang. Terkait temuan itu, petugas tak memperbolehkan awak bus mengangkut penumpang Awak bus kemudian diminta membawa bus itu ke garasi untuk perbaikan.

Bus tersebut dari PO Putera Remaja. Salah satu kernet bus, Jasmanto, mengatakan kaca bus rusak setelah menabrak truk di Palembang, Sumatra Selatan, saat menempuh perjalanan  dari Jambi menuju Yogyakarta. Saat itu, bus dalam kondisi penuh penumpang.

“Sopir bus menghindari anak naik sepeda motor dalam kondisi mabuk. Sementara di depannya ada truk akhirnya menabrak. Tidak ada korban jiwa atau luka. Hanya kondisi kacanya pecah,” kata Jasmanto.

Ia menuturkan sepanjang perjalanan dari Palembang menuju wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta awak bus tak menaikkan penumpang dan hanya hanya bermaksud menurunkan penumpang dari Pulau Sumatra. “Penumpang paling banyak dari Solo. Ini tinggal tiga orang penumpang. Rencananya mau pulang ke garasi untuk memperbaiki kaca,” katanya.

Kasi Dokkes Polres Klaten, Iptu Sriyanto, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan dari sekitar 40 sopir bus tidak ditemukan indikasi mengonsumsi narkoba. “Kalau ada yang mengonsumsi narkoba nanti ada tim dari Satnarkoba yang akan memproses serta menghubungi PO bus agar ada sopir pengganti,” katanya.

Sriyanto mengatakan awak bus diminta menjaga stamina selama berkendara  di antaranya dengan menjaga waktu istirahat serta makan teratur. Ia juga mewanti-wanti agar pengemudi maksimal berkendara selama enam jam.