Gedung Baru SMPN 5 Solo Siap Difungsikan

Gedung SMPN 5 Solo. (Solopos/dok)
11 Juni 2018 07:09 WIB Septhia Ryantie Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo memastikan kesiapan gedung baru SMP Negeri (SMPN) 5 Solo di Kendalrejo, Mojosongo, Jebres, Solo untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) Kelas VII mulai Tahun Pelajaran 2018/2019.

Sebagaimana diketahui, pembangunan gedung baru SMPN 5 Solo yang menjadi satu kawasan dengan SD Negeri (SDN) Kendalrejo, sempat menuai kritik saat jajaran Komisi IV DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah satu atap (satap) Kendalrejo itu belum lama ini. Dari sidak diketahui lantai bangunan serta sejumlah ruang kelas belum sempurna karena belum dipasang keramik.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Etty Retnowati membenarkan pembangunan SMP di satap tersebut belum rampung 100 persen lantaran menggunakan dua tahun anggaran, yakni 2017 dan 2018. Namun dia memastikan ruang kelas telah siap untuk KBM Kelas VII. Pemindahan KBM SMPN 5 dari gedung lama yang berada di Jl. Diponegoro ke gedung baru itu dilaksanakan bertahap dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Dana tidak menggunakan hanya satu tahun anggaran yakni 2017, tetapi berlanjut anggaran 2018. Artinya pembangunan gedung satu atap Kendalrejo menggunakan dua tahun anggaran,” jelasnya ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (8/6/2018).

Selain itu, menurut Etty, meskipun saat ini masih berlangsung pembangunan, untuk SD Kendalrejo sudah bisa dipakai seluruhnya. Sedang untuk SMPN 5 Solo belum.

"Kelas VII nanti sudah memanfaatkan gedung baru, dan proses kelanjutan pembangunannya tidak mengganggu KBM siswa Kelas VII," terangnya.

Saat ini, lanjut dia, pekerjaan lanjutan adalah bagian bangunan gedung belakang, seperti partisi dan pintu, lantai keramik, sanitasi atau saluran keliling, pavingisasi, listrik dan penangkal petir, pagar keliling, akses jalan masuk dari jalan raya, bangunan belakang tiga lantai yang terdiri atas lantai satu untuk rumah penjaga dan kantin, lantai dua dan tiga untuk tambahan ruang kelas.

"Proses pembangunannya tidak menggunakan alat berat,” tandasnya.