Kanjeng Win Berpulang, Keluarga: Beliau Panutan Masyarakat Solo

Kanjeng Pangeran Aryo Winarno Kusumo (Kanjeng Win) di sela-sela perayaan hari ulang tahunnya ke-68 yang dihadiri kerabat Keraton Solo di Soto Gerabah, Solo, Sabtu (11/2 - 2017). (Solopos / Mahardini Nur Afifah)
11 Juni 2018 22:40 WIB Hanifah Kusumastuti Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta. Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Aryo Winarnokusuma, meninggal dunia di usia ke-69 tahun, Senin (11/6/2018) pukul 21.00 WIB.

Pria yang akrab disapa Kanjeng Win tersebut mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Beliau meninggalkan seorang istri, Endang Tutut Hartati Nur, 64, dua putranya, yakni Eka Hari Wibawa, 39, dan Heru Radityo Adi, 20, serta dua orang cucu.

Menurut penuturan putra sulungnya, Kanjeng Win meninggal dunia karena serangan jantung. Kanjeng Win mengalami serangan jantung ketika berenang di kolam Pengging, Boyolali, Senin pagi, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit UNS.

“Sebenarnya kondisinya sudah membaik sore tadi, namun malamnya, sekitar sejam sebelum meninggal, kena serangan lagi. Puji Tuhan sudah ditimbal Gusti kundur kepenak [dipanggil Tuhan meninggal dengan tenang]. Sekarang minta doanya agar keluarga diberi kesabaran,” ujar Eka ketika dihubungi Solopos.com, Senin malam.

Bagi keluarga, sosok Kanjeng Win merupakan seorang kebanggaan sekaligus panutan. Tak hanya bagi keluarganya, Kanjeng Win juga pantas menjadi panutan dan kebanggaan masyarakat Solo atas kesetiaanya melestarikan dan menjaga nilai luhur Budaya Jawa. Kanjeng Win dikenal sebagai sosok sederhana di lingkungan keraton.

Dia diangkat Paku Buwono (PB) XII sebagai salah satu guardian alias penjaga budaya jawa di lingkungan keraton. Dia memiliki keahlian antara lain menulis huruf Jawa, melantunkan tembang Jawa, dan menguasai tata cara berbahasa Jawa.

Sejumlah kerabat dan sahabat, termasuk dari Keraton Surakarta pun berdatangan ke Rumah Sakit UNS, salah satunya Bendera Raden Mas (BRM) Bambang Irawan. Jenazah lantas dibawa ke rumah duka di Jl. Slamet Riyadi No. 21 Kartasura, Sukoharjo, sekitar pukul 23.00 WIB.