Sekda Karanganyar Minta Pegawai Tak Pakaii Mobdin Untuk Piknik

Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan di pusat bisnis dan perbelanjaan Jl. Dr. Radjiman, Solo, Minggu (10/6 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
15 Juni 2018 01:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR--Pemkab Karanganyar mengimbau aparatur sipil negara (ASN) tidak menggunakan mobil dinas untuk mudik maupun berlibur. Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, menuturkan hal itu saat ditanya kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terkait penggunaan mobil dinas (mobdin) untuk mudik.

Samsi menyampaikan bahwa rata-rata ASN di Pemkab Karanganyar adalah putra daerah. "Sini enggak ada yang mudik. Wong Karanganyar kabeh," kata Samsi saat ditanya kebijakan penggunaan mobil dinas untuk mudik, Senin (11/6/2018).

Bahkan, Samsi memanggil salah satu kepala OPD untuk memastikan perihal pernyataannya tersebut. Dia menanyai Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro, perihal rekannya sesama kepala dinas yang bukan orang Karanganyar.

"Paling jauh rumahnya Sragen. Kalau itu kan bukan mudik. Rutinitas saban hari melaju," tutur Sundoro menjawab pertanyaan Sekda.

Samsi mencontohkan dirinya. Dia orang Tasikmadu sedangkan istrinya asli Solo. Menurut dia apabila dirinya berkunjung ke Solo maka tidak bisa disebut mudik. "Bojoku Solo. Omahku Tasikmadu. Paling saya ke Solo. Tapi kan bukan mudik. Hla dekat begitu. Ya pakai mobil sendiri," tutur dia.

Selain mudik, Samsi juga mengingatkan ASN tidak menggunakan mobil dinas untuk berjalan-jalan atau liburan ke luar kota. "Kalau [jalan-jalan] di luar Karanganyar lebih baik pakai mobil milik pribadi. Pekewuh dewe kalau dilihat orang. Kudune malah pekewuh. Tapi kalau lokalan Karanganyar kan silakan. Bisa jadi sedang berdinas [piket] mengecek arus lalu-lintas atau lokasi objek wisata," ungkap Samsi.