Bendung Karet Tirtonadi Ciamik, Wisata Gilimanuk Solo

Animasi Bendung Karet Tirtonadi setelah direstorasi (Instagram)
17 Juni 2018 08:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Proses restorasi Bendung Karet Tirtonadi, Solo semakin menunjukkan perkembangan. Belum lama ini, beredar animasi tampilan Bendung Karet Tirtonadi yang disebut-sebut sebagai tujuan wisata baru Solo untuk kawasan Gilimanuk (Gilingan, Manahan, dan Nusukan).

Foto animasi wisata Solo tersebut diunggah di akun Instagram Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo @fx.rudyatmo, Jumat (14/6/2018). Rudy menginformasikan pembangunan ditarget selesai November 2018.

“Animasi dari Bendung Karet Tirtonadi yang akan menjadi destinasi pariwisata baru di Kawasan Gilimanuk (Gilingan, Manahan, Nusukan). Target selesai pengerjaan November tahun ini, sehingga bulan Ramadan tahun depan sudah bisa dipakai untuk ngabuburit dan ngongkrong di pinggir kali,” tulis Rudy.

Dalam unggahan Rudy, jembatan di atas bendungan akan dilengkapi dengan atap berbentuk melengkuk layaknya atap rumah adat. Di atap itu tertulis ‘Bendung Tirtonadi’. Selain bentuk bendung ada juga animasi kondisi areal di samping sungai yang cocok untuk ruang publik dan nantinya akan disebut sebagai Taman Tirtonadi.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, restorasi ini akan mengembalikan lebar normal Kali Pepe yang seharusnya 40 meter. Bendungan akan ditinggikan menjadi 3,5 meter sehingga mampu menampung air sekitar 2 juta meter kubik. Sebelum restorasi, daya tampung bendungan tak sampai 500.000 meter kubik.

Tak berhenti sampai di situ, restorasi tersebut juga akan membangun embung penampung air. Embung tersebut akan dibangun di aliran pertemuan Kali Gajah Putih dan Kali Pepe. Pembangunan embung ini mengharuskan Pemerintah Kota Solo membebaskan lahan milik 300-an Kepala Keluarga.