Naik 10%, Hampir 6 Juta Pemudik Gunakan Pesawat

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Abdullah Usman (kiri), berbincang dengaj Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, di sela-sela ibspeksi di lobi Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Sabtu (16/6 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
17 Juni 2018 11:30 WIB Cahyadi Kurniawan Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pertumbuhan jumlah pemudik yang memilih menggunakan moda transportasi pesawat untuk pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2018 naik sepuluh persen atau sekitar 5,9 juta penumpang dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 5,4 juta penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Agus Santoso, mengatakan demi kelancaran angkutan udara selama Lebaran 2018, inspeksi bandara, operator, dan pesawat rutin digelar baik menjelang Lebaran hingga pelaksanaan arus mudik. Ada 36 bandara mulai dari Jakarta, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, hingga Sorong.

"Tahun ini kami mengawasi 36 bandara. Tahun ini ada penambahan pengawasan untuk Bandara Sorong. Kendati jauh, saat Lebaran, Sorong kerap mengalami kenaikan penumpang," ujar dia, saat ditemui wartawan di sela-sela inspeksi ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Sabtu (16/6/2018).

Inspeksi juga dilakukan terhadap 538 pesawat yang akan dipakai untuk mudik Lebaran 2018. Inspeksi pesawat selesai digelar sepekan sebelum lebaran. Ia menemukan ada sejumlah temuan minor namun tidak membahayakan kinerja pesawat. Inspeksi juga diarahkan kepada kelancaran sistem navigasi udara. "Semuanya berjalan lancar."

Tak hanya itu, selama Lebaran 2018 bandara juga dibuka selama 24 jam. Biasanya layanan bandara hanya dilakukan hingga pukul 24.00 WIB. Hal itu ditempuh guna memberikan kenyamanan dan kelancaran pemudik.

"Bandara juga dibuka 24 jam selama lebaran. Biasanya layanan bandara hanya sampai pukul 24.00 WIB. Ini demi kelancaran dan kenyamanan pemudik," imbuh Agus.

Ia menerangkan pada Lebaran kali ini jumlah pemudik naik 10 persen dibanding tahun lalu. Tahun ini setidaknya ada 5,9 juta lebih penumpang yang memilih pesawat untuk mudik. Di Solo, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. Hal itu berbeda dengan di Jakarta yang terjadi H-6 Lebaran. "Sebab, Jakarta itu sebagai origin sehingga lebih dulu padat ketimbang Solo yang menjadi destinasi. Namun, secara umum arus mudik terpantau lancar," beber dia.

Ia menilai banyaknya masyarakat yang mulai beralih ke moda pesawat terbang karena terjadi peningkatan kesejahteraan di masyarakat. Mereka yang biasanya mudik menggunakan kapal laut mungkin beralih ke pesawat karena terjangkau harganya. Hal itu tentu tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan waktu tempuh.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Abdullah Usman, mengatakan selama Ramadan, sejumlah layanan bandara ditambah untuk kenyamanan penumpang. Bandara memperluas musala untuk ibadah, menyediakan snack buka puasa, dan lainnya.

Ia memprediksi puncak arus balik dari Bandara Adi Soemarmo Boyolali akan terjadi pada Minggu (17/6/2018). Lebih dari 7.000 penumpang dijadwalkan berangkat dari bandara tersebut hari ini.