Libur Lebaran, Pengunjung Serbu De Tjolomadoe Karanganyar

Pengunjung asyik berswafoto di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (16/6 - 2018). Pada momen libur Lebaran 2018, jumlah pengunjung De Tjolomadoe meningkat dua kali lipat. (Solopos/Hanifah Kusumastuti)
17 Juni 2018 23:00 WIB Hanifah Kusumastuti Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR--Selama Libur Lebaran 2018, jumlah pengunjung ke De Tjolomadoe di Colomadu, Karanganyar, meningkat dua kali lipat. Jika biasanya ada sekitar 1.500 pengunjung saat weekend, maka H+1 Lebaran 2018, objek di bekas Pabrik Gula Colomadu itu bisa mencapai 3.000 pengunjung.

“Apalagi ada Kampung Kuliner Lebaran dan empat wahana permainan selama Lebaran. Yang datang pun semakin banyak,” jelas bagian promosi De Tjolomadoe, Ari Nurohman, Sabtu (16/6/2018).

Sementara itu, berdasarkan pantauan solopos.com, beberapa pengunjung terpesona dengan objek bersejarah yang telah direvitalisasi tersebut. Salah satunya Harsono Supardjo yang terkenang memori di era 1960-an begitu ia menginjakkan kaki di area bekas pabrik gula Colomadu itu.

Mesin-mesin tua bekas penggilingan tebu satu per satu pun dia amati dengan teliti. Kakek berusia 76 tahun tersebut memang tidak asing dengan pabrik gula yang berdiri sejak era Sri Paduka Mangkunagoro IV pada 1861 tersebut. Sebab, ia pernah tinggal di Solo ketika menempuh Sekolah Hakim dan Jaksa (SHD) pada 1964.

Revitalisasi pabrik gula yang membuat bangunan bersejarah ini berubah wajah menjadi lebih modern pun membuatnya sangat penasaran. Tak ayal, pensiunan hakim tinggi asal Pare, Kediri, itu sangat antusias ketika diajak anaknya untuk mampir ke bangunan bersejarah itu.

“Dulu waktu saya sekolah SHD enggak seperti ini, masih bangunan tua, saya jadi penasaran. Makanya tadi dari Jogja, tempat anak saya, lalu silaturahmi ke rumah besan di Klaten, terus akhirnya mampir sini,” ujar Harsono saat berbincang dengan Solopos.com di De Tjolomadoe, Sabtu.

Harsono bersama keempat anaknya dan dua menantunya. Bukan hanya Harsono yang penasaran, keluarga besarnya tersebut juga dibuat penarasan dengan De Tjolomadoe setelah melihat foto-foto yang diunggah di media sosial. Menurutnya tempat ini cocok untuk dijadikan destinasi libur keluarganya di Lebaran kali ini.

“Kalau pantai semua hampir sama, kalau ini [De Tjolomadoe] kan beda dari yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Rosyida Yuniar Rahmania, 20, warga Teras, Boyolali, mengajak rombongan sepupunya dari Jogja untuk berwisata ke De Tjolomadoe. Rosyida menilai De Tjolomadoe sangat cocok dijadikan spot untuk berfoto bersama sepupu-sepupunya dari luar kota.

“Spotnya untuk foto asyik-asyik,” ujarnya yang diamini sepupu-sepupunya.