Lebaran, Wong Solo Keluhkan ISPA dan Sakit Pencernaan

Sejumlah warga datang memeriksakan diri di Puskesmas Pajang, Kecamatan Laweyan, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)
18 Juni 2018 02:00 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Penyakit gangguan pencernaan dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi keluhan warga Solo selama Lebaran 2018. Hal ini lantaran mereka kerap bepergian dan makan sembarangan saat Hari Raya Idulfitri. Tak pelak mobilitas yang cukup tinggi membuat daya tahan tubuh menurun.

Kepala Puskesmas Pajang, Hat Sukarmadani, mengatakan warga yang datang periksa dan berobat banyak mengeluh terkena gangguan pencernaan dan ISPA. Keluhan soal ISPA ini banyak terjadi sepekan sebelum Lebaran pada 15 Juni lalu.

“Tren penyakit yang ada saat Lebaran hampir sama setiap tahunnya. Warga yang datang berobat juga sebagian besar merupakan penduduk sekitar. Mobilitas warga baik di seputaran Solo maupun luar kota mempengaruhi tubuh mereka sehingga rentan terhadap penyakit,” tuturnya, kepada Solopos.com, Minggu (17/6/2018).

Menurutnya, Puskesmas Pajang merupakan satu dari empat Puskesmas yang memiliki layanan rawat inap di Kota Solo. Dengan demikian, tak ada libur selama Lebaran maupun cuti bersama.

Maka dari itu, pihaknya memberlakukan sistem piket dengan tiga sif setiap harinya. Layanan ini dibuka pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB dengan ada petugas piket terdiri dari dokter, perawat, dan bidan.

Akan tetapi, saat masa cuti Lebaran  ini Puskesmas ini hanya membuka sejumlah pelayanan. Antara lain, poli umum, anak, KB, dan ANC risiko tinggi. Sedangkan layanan lain seperti imunisasi, ANC, poli sore, serta Puskesmas keliling akan kembali beroperasi, Kamis (21/6/2018).

Perawat Puskesmas Pajang, Danesa, menambahkan sejak mulai cuti bersama pada 11 Juni lalu, tempat layanan kesehatan ini sudah menerima ratusan pasien. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan ISPA. Namun demikian, jumlah ini turun saat Lebaran. Akan tetapi, keluhan bertambah dengan adanya gangguan pencernaan.

“Trennya memang sama setiap tahun. Kami imbau warga untuk mengatur pola makan yang baik saat Lebaran seperti ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Sri Wahyuningsih, meminta warga mewaspadai penyakit gangguan pencernaan, diare, kolesterol tinggi hingga keracunan makanan. Penyakit tersebut biasanya banyak dikeluhkan pasien di Puskesmas seusai Lebaran.

“Warga mesti memperhatikan asupan nutrisi yang mencukupi dan seimbang bagi tubuh. Antara lain, karbohidrat, makanan serat, vitamin, mineral, protein dengan seimbang,” ungkapnya.