Pencurian Boyolali: Habis Kuras Ponsel, Pencuri Ini Todongkan Pistol

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
18 Juni 2018 17:15 WIB Aries Susanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang pencuri menguras sejumlah telepon seluler (ponsel) bnerbagai merek di salah satu kios ponsel Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Tak hanya itu, pencuri itu juga menodongkan pistol kepada pemilik kios saat hendak melarikan diri.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolsek Banyudono, Senin (18/6/2018), kasus pencurian tersebut terjadi di deretan kios samping SMAN 1 Banyudono, Desa Jembungan. Pagi hari selepas Salat Idulfitri, Jumat (15/6/2018), dua orang tak dikenal mendatangi kios ponsel milik Fendi, 40.

Kedua pelaku datang berboncengan sepeda motor lantas masuk ke kios secara paksa. Dugaan kuat, pelaku sudah mengamati kios itu sejak lama sehingga bisa leluasa membobol kios.

Kedua pelaku kemudian mengambil barang-barang di dalam kios, antara lain empat telepon seluler (ponsel) merek Samsung, Acer, dan Asus. Sekitar 15 menit kemudian, Fendi datang ke kios miliknya itu. Lantaran curiga ada sepeda motor di depan kios, Fendi bergegas memasuki kiosnya.

Namun betapa terkejutnya dia saat akan masuk, mendadak dua orang tak dikenal keluar dari kios sambil menodongkan pistol ke arahnya. Fendi yang saat itu bersama istrinya langsung melangkah mundur menjauhi pelaku.

Sambil terus menodongkan pistol, salah satu pelaku menyalakan mesin motor untuk kabur. Pelaku baru menurunkan todongan pistolnya ke arah korban setelah kabur agak jauh.

Kapolsek Banyudono, AKP Ahmad Nadiri, mengonfirmasi adanya kejadian pencurian  tersebut. Anggotanya kini tengah melacak keberadaan pelaku yang diduga merupakan residivis.

"Kios korban ini sering jadi tempat langganan service HP anggota kami. Kejadiannya selepas Salat Id pukul 08.00 WIB," ujarnya kepada Solopos.com.

Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengintai. Namun, pelat nomor motor pelaku tak terdeteksi karena palsu. Pistol yang ditodongkan pelaku ke arah Fendi masih diragukan keasliannya. Diduga pistol tersebut hanya mainan atau sejenis air soft gun.

"Saya yakin, itu hanya pistol mainan atau soft gun. Gunanya untuk menakut-nakuti korban," tambah Kanit Intel Polsek Banyudono, Aiptu Adi.

Nadiri mengingatkan agar warga tetap mewaspadai aksi kejahatan pencurian saat momen Lebaran. Ketika rumah ditinggalkan untuk silaturahmi ke sanak saudara, pemilik disarankan menitip pesan kepada tetangga sekitarnya.

"Kalau ada tamu segera kabari pemilik rumahnya. Pelaku kejahatan akan menggunakan berbagai cara saat beraksi," tambahnya.