Kondektur Bus AKAP Wonogiri Tolak Jalani Cek Kesehatan

Seorang awak bus menjalani pemeriksaan kadar alkohol menggunakan alat khusus saat cek kesehatan di Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, Wonogiri, Senin (18/6 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
18 Juni 2018 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP), Ngt, menolak menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) di Terminal Tipe A Giri Adipura, Krisak, Selogiri, Wonogiri, Senin (18/6/2018). Sejak awal pendaftaran kondektur bus asal Sragen itu sudah menunjukkan gelagat tak baik.

Pantauan Solopos.com di lokasi, setelah mendaftar Ngt diminta kencing lalu urinenya ditempatkan di wadah kecil. Sedianya urine itu akan digunakan untuk tes narkoba. Setelah mengetahui hal tersebut Ngt menolak dengan alasan tak sedang ingin kencing.

Selanjutnya petugas meminta lelaki berkemeja merah yang merupakan seragam salah satu perusahaan bus AKAP itu menunggu beberapa menit sambil meminum air mineral. Saat di ruang tunggu tempat pemeriksaan kesehatan, Ngt membuka telepon genggamnya.

Lalu dia berbicara dengan suara keras bahwa dirinya diminta menjalani pemeriksaan kesehatan di terminal. Hal itu membuat orang sekelilingnya, termasuk petugas kesehatan, merasa tak nyaman.

Setelah beberapa saat, Ngt melihat awak bus lainnya menjalani pemeriksaan kadar gula darah dengan cara diambil darahnya melalui ujung jari menggunakan jarum kecil. Lalu dia bersikap reaktif dan mengatakan dirinya tak mau ditusuk jarum.

Dia berucap memilih pulang daripada harus menjalani pemeriksaan tersebut. Petugas lalu mempersilakan dirinya menjalani pemeriksaan kesehatan tanpa cek gula darah. Namun, lelaki berusia 40 tahunan tersebut tetap menolak dan langsung pergi.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Terminal Tipe A Giri Adipura, Agus Hasto Purwanto, selanjutnya mencatat nama perusahaan bus tempat Ngt bekerja. Dia akan menginformasikan kejadian itu kepada perusahaan agar ditindaklanjuti.

Agus mendukung penuh langkah Dinkes yang menggelar pemeriksaan kesehatan bagi awak bus AKAP. Menurut dia, awak bus harus selalu fit agar bisa terus konsentrasi saat mengemudi membawa penumpang.

Di sisi lain, petugas Dishub juga rutin mengecek untuk memastikan bus laik jalan. Selama pengecekan sebelum Lebaran dan pada momen arus balik ini petugas tak menemukan bus yang tak laik jalan.

“Kami justru menemukan bus yang menyalahi trayek. Misalnya, seharusnya trayek bus hanya sampai Boyolali, tapi sampai Wonogiri. Awak bus yang seperti itu langsung ditilang,” ucap Agus.

Sementara itu, Kepala Dinkes Wonogiri, Adhi Dharma, mengatakan pemeriksaan kesehatan para sopir dan kru bus akan dilaksanakan lagi Selasa (19/6/2018). Kegiatan itu terlaksana atas kerjsa sama dengan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Kedokteran Kepolisian (Dokpol), dan puskesmas.

Tujuannya memastikan seluruh awak bus sehat dan layak mengemudi. Pada dua hari pelaksanaan kegiatan itu Dinkes menargetkan dapat memeriksa minimal 200 awak bus yang terdiri atas sopir, sopir cadangan, dan kondektur. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan alkohol, tes narkoba, kadar gula darah, dan tensi atau tekanan darah.

“Kalau ditemukan ada sopir yang urinenya mengandung narkoba misalnya, tim akan memberi pendampingan dan diarahkan agar sopir diganti. Selama kegiatan berjalan tidak ada temuan yang menonjol,” kata Adhi.