Kebut Perbaikan Lab Terbakar, SMPN 3 Solo Bentuk Panitia

Bagian gedung SMPN 3 Solo yang terbakar pada Senin (18/6 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
19 Juni 2018 21:15 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- SMPN 3 Solo membentuk panitia untuk pembangunan kembali ruang laboratorium IPA dan ruang kelas yang terbakar, Senin (18/6/2018) dini hari. Perbaikan ruang yang terbakar itu dikebut agar selesai sebelum siswa kembali masuk sekolah 16 Juli mendatang.

Kepala Sekolah SMPN 3 Solo, Abdul Haris, mengatakan panitia bertugas menyusun rencana anggaran biaya pembangunan dan kebutuhan sarana peralatan. “Tadi pagi [Selasa, 19/6/2018] kami sudah rapat dengan sejumlah guru membentuk panitia pembangunan kembali ruang laboratorium IPA dan kelas yang terbakar,” katanya dihubungi Solopos.com di Solo, Selasa.

Pembentukan panitia ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo agar ruang lab dan ruang kelas yang terbakar segera dibangun kembali. Rudy, sapaan akrabnya, menyampaikan instruksi tersebut saat meninjau kebakaran  SMPN 3, Senin lalu.

“Kamis mendatang panitia akan mengajukan rancana anggaran biaya pembangunan ruang laboratorium dan ruang kelas serta pengadaan meja dan kursi,” ungkapnya.

Menurut Haris, total kerugian akibat kebakaran ruang laboratorium dan ruang kelas di lantai II itu diperkirakan Rp280 juta hingga Rp285 juta. Kebakaran itu menyebabkan seluruh alat-alat peraga IPA di ruang laboratorium IPA serta meja kursi di ruang kelas ludes terbakar.

“Kami harapkan pembangunan ruang kelas yang terbakar bisa rampung sebelum siswa masuk setelah libur panjang pada 16 Juli mendatang,” harap Haris.

Bila pembangunan ruang kelas belum rampung, dia telah menyiapkan ruang aula untuk kegiatan belajar mengajar sementara siswa. “Untuk meja dan kursi sudah ada cadangan sehingga tidak masalah,” imbuhnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Haris menduga akibat korsleting di ruang bagian lantai II dekat laboratorium IPA yang saat kejadian lampunya menyala. “Saat kebakaran dua penjaga sekolah sekitar pukul 24.00 WIB akan tidur, tapi dibangunkan petugas satpam depan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah guru SMPN 3 datang untuk melihat-lihat lokasi ruangan yang terbakar, Selasa. Kebakaran itu juga menyebabkan ruang kelas dan ruang laboratorium komputer yang berada persis di bawahnya terkena dampak, yakni tidak bisa digunakan.