Bunga Tabur di Sukoharjo Lebih Mahal Ketimbang Daging Sapi

Salah seorang pedagang bunga tabur di kawasan Pasar Kartasura, Sukoharjo melayani pembeli, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Iskandar)
19 Juni 2018 01:00 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Harga bunga tabur di Kartasura, Sukoharjo, pada musim Lebaran 2018 naik 10 kali lipat dibanding hari biasa. Jika pada hari biasa harga bunga tabur per kilogram dijual Rp20.000, pada Lebaran ini harga bunga tabur dibanderol Rp250.000 per kilogram.

“Setiap Lebaran harga bunga selalu melambung tinggi. Karena permintaan dari konsumen banyak sementara stok terbatas. Mungkin orang yang mencari bunga juga sedikit,” ujar salah seorang penjual bunga tabur di kawasan Pasar Kartasura, Titik, ketika ditemui Minggu (17/6/2018).

Dia mengakui saat Lebaran seperti ini para pedagang bunga tabur meraup keuntungan lumayan. Setidaknya mereka berhasil meraup keuntungan ratusan ribu rupiah dalam satu hari.

Menurut dia puncak keramaian pembeli terjadi pada Kamis (14/6/2018) atau satu hari menjelang Lebaran. Pada malam Lebaran itu dagangannya laku keras sejak pagi hari hingga malam. Karena itu dia harus buka sampai pukul 22.30 WIB.

Dia menambahkan pada malam Lebaran itu harga bunga tabur mencapai puncaknya yaitu Rp250.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai lebih tinggi dibanding dengan harga daging sapi kualitas bagus jenis has dalam yang berkisar Rp160.000 per kilogram.

Pada hari biasa di luar Lebaran, kata dia, harga bunga tabur Rp20.000 per kilogram. Namun keramaian itu mulai surut pada H+1 Lebaran. Hal ini juga diikuti turunnya harga bunga tabur menjadi kira-kira Rp38.000 per kilogram.

Pedagang lainnya Sri Wahyuni juga membenarkan ramainya penjualan bunga tabur pada setiap Lebaran. Konsumen banyak yang membeli bunga mawar merah dan mawar putih untuk nyekar ke makam leluhur.

Karena itu dia berinisiatif mencari langsung ke sentra bunga mawar di sekitar Cepogo, Boyolali karena bisa mendapat harga yang lebih murah. Biasanya, ia hanya menunggu setoran dari bakul bunga asal Boyolali dan Bandungan.

“Agar mendapat barang dagangan, saya berangkat dari rumah pukul 03.30 WIB. Saya memilih langsung ke pusat pengepul di Cepogo karena selisih harganya lumayan tinggi, berkisar Rp100.000 per kilogram,” ujar dia.

Salah seorang pedagang lainnya, Marsini juga membenarkan tingginya harga bunga tabur seperti diceritakan kedua rekannya tersebut. “Tingginya harga bunga seperti ini selalu terjadi pada setiap Lebaran. Karena permintaan dari konsumen juga banyak. Biasanya seusai salat Idulfitri mereka banyak yang membeli bunga untuk nyekar ke makam,” kata dia.