Arus Balik, Akhir Pekan Ini Solo Padat Lagi

Personel Satlantas Polresta Surakarta memasang barikade di jalur lambat Jl. M.T. Haryono, Solo, Selasa (12/6 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
21 Juni 2018 16:35 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo memprediksi kondisi arus lalu lintas Kota Solo kembali padat, akhir pekan ini. Dishub meyakini masih banyak pemudik yang belum balik ke perantauan hingga berakhirnya masa cuti bersama pada Rabu (20/6/2018).

Pada pemudik tersebut diprediksi baru melakukan perjalanan balik pada H+7 Lebaran atau Sabtu (23/6/2018) dan H+8 Lebaran atau Minggu (24/6/2018). Namun, Dishub meyakini kepadatan arus lalu lintas pada dua hari tersebut tak akan separah pada H+3 Lebaran  atau Selasa (19/6/2018) dan H+4 Lebaran atau Rabu (20/6/2018) lalu.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, meyakini puncak arus balik Lebaran 2018 di Kota Bengawan tetap terjadi pada dua hari menjelang masa cuti bersama berakhir. Kepadatan arus lalu lintas setelah dua hari tersebut diprediksi lebih landai.

Seperti yang terjadi pada H+5 Lebaran atau Kamis (21/5/2018) ini, arus lalu lintas jalanan Kota Solo terpantau ramai lancar pada pagi maupun siang hari. Kepadatan arus lalu lintas di lokasi rawan macet pada hari tersebut juga terpantau tak separah pada Selasa atau Rabu.

"Kemungkinan ada pemudik yang memanfaatkan Sabtu-Minggu besok untuk mudik. Diprediksi kepadatan arus lain pada dua hari itu kembali naik tapi tidak setinggi saat puncak arus dua hari kemarin [Selasa dan Rabu]," kata Ari saat diwawancarai Solopos.com, Kamis.

Dishub mencatat jumlah kendaraan yang melintasi Solo pada H+3 Lebaran mencapai 422.421 unit dengan perincian 224.227 kendaraan keluar dan 198.194 kendaraan masuk. Sementara pada H+4 Lebaran, jumlah kendaraan yang melintasi Kota Solo tercatat 424.970 kendaraan dengan perincian 231.349 kendaraan keluar dan 193.621 kendaraan masuk.

Ari memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas Solo pada H+5 Lebaran sampai H+7 Lebaran bahkan H+8 Lebaran  tak akan sebanyak yang terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran.

"Panjangnya masa libur sekolah yang baru akan berakhir pada bulan depan jelas sangat berpengaruh terhadap pemecahan kepadatan arus lalu lintas pada arus balik Lebaran ini. Fenomena jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo memang fluktuatif, angkanya naik turun setiap harinya. Kami melihat hari ini [Kamis] lalu lintas cukup lancar. Esok hari [Jumat] kemungkinan kondisnya hampir sama. Kami memprediksi kepadatan arus lalu lintas naik lagi pada Sabtu-Minggu," terang Ari.

Ari membeberkan beberapa lokasi yang diprediksi macet pada akhir pekan ini, yakni simpang Faroka, simpang Kerten, Purwosari, Manahan, Jl. A. Yani, Pasar Nongko, dan kawasan pusat perbelanjaan. Dia mengimbau para pengendara mematuhi petunjuk RPPJ yang telah dipasang Dishub di berbagai persimpangan jalan jika ingin terhindar dan tidak menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di tengah kota.

Ari juga meminta pengendara atau pemudik tidak nekat melanggar aturan seperti menggeser barikade yang dipasang Dishub maupun Satlantas Polresta Surakarta. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, aksi menggeser barikade berpotensi mengancam keselamatan para pengendara lainnya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com beberapa hari terakhir, aksi sembarangan menggeser barikade terpantau terjadi di sekitar taman patung kuda Manahan dan Jl. Hasanuddin. Pembukaan barikade di jalur lambat Jl. M.T. Haryono membuat kendaraan roda empat kembali menumpuk di Jl. M.T. Haryono. Hal itu rawan menimbulkan gangguan arus lalu lintas di simpang Eks Pemuda Theater.

Sementara penggeseran barikade di Jl. Hasanuddin wilayah Mangkubumen rawan menimbulkan gangguan arus lalu lintas di Pasar Nongko. Kendaraan roda empat di Jl. Hasanuddin arah barat jadi bisa melintas masuk ke Pasar Nongko. Seharusnya kendaraan roda empat masuk ke perkampungan lebih dulu.