Bakda Kupat, Penjual Janur Luar Kota Banjiri Solo

Penjual janur menganyam selongsong ketupat di depan salah satu kios di Pasar Legi Solo, Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
21 Juni 2018 18:05 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Penjual janur bungkus ketupat dari luar daerah berdatangan di sejumlah pasar di Solo, Rabu (20/6/2018). Setiap tahunnya mereka datang karena biasanya permintaan janur tersebut tinggi sepekan setelah Lebaran atau dikenal sebagai Bakdo Kupat (Lebaran Ketupat).

Namun, menurut pedagang, permintaan janur ketupat tahun ini tidak lebih besar dari tahun sebelumnya.

Di Pasar Legi Solo, para pedagang janur menggelar barang dagangannya di depan kios yang masih tutup. Ada pula yang menempati lokasi parkir dan di sekitar pos keamanan pasar. Kebanyakan dari mereka datang dari luar kota.

Berbekal janur yang masih utuh, mereka menganyam secara langsung bungkus ketupat itu di lapaknya. Selain membeli, konsumen pun bisa menyaksikan langsung keterampilan tangan para pedagang menganyam bungkus ketupat.

Salah satu pedagang janur, Pardal, jauh-jauh datang bersama 25 temannya dari Bantul, Yogyakarta sejak Selasa (19/6/2018). Sejak hari itu dia menggelar lapak di area luar bangunan pasar sisi utara, di depan kios yang masih tutup. Dia datang dengan membawa bekal berupa 80 ikat janur.

"Kemarin membawa 80 [ikat] ini tinggal sekitar 30 [ikat], ini masih ada waktu satu setengah hari," kata dia saat ditemui di Pasar Legi, Rabu. Setiap ikat terdiri dari 80-90 tangkai janur yang bisa digunakan untuk membuat selongsong ketupat. Terkait penjualan tersebut, dia mengatakan lebih ramai Lebaran tahun lalu.

"Ini bawa 80 ikat sekarang masih, dulu bawa 100 ikat bisa habis," kata dia. Harga bungkus ketupat yang sudah jadi dijual sekitar Rp6.000-Rp7.000 per 10 butir.

Menurut pedagang lain, Ponirah dan Bu Slamet, yang juga datang dari Bantul juga sudah mulai menggelar lapak di Pasar Legi pada Selasa. "Cukup ramai, sehari bisa menjual sekitar 200 janur bungkus ketupat. Untuk harga antara Rp6.000 hingga Rp8.000 per bundel," terang Ponirah.

Berdasarkan pantauan, di pasar tersebut terdapat puluhan pedagang janur ketupat. Selain di Pasar Legi, pedagang janur bungkus ketupat juga banyak ditemui di Pasar Nusukan, Pasar Jonglo dan Pasar Mojosongo.

Di Pasar Nusukan, penjual janur banyak berjajar di sekitar area parkir sepeda motor sisi depan pasar. Ada pula yang menggelar dagangan di tangga utama dari area parkir menuju lantai atas. Pada Selasa sore, sejumlah pedagang janur juga terlihat di depan deretan kios di sekitar Pasar Mojosongo Solo.