Silaturahmi, Bupati Sragen Yuni Dapat Pesan Rahasia dari Eks Bupati Agus

Bupati Yuni Sukowati dan mantan Bupati Agus Fatchur Rahman bersilaturami di teras rumah Agus di Kampung Kuwungsari, Sragen Kulon, Sragen, Kamis (21/6 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
21 Juni 2018 20:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Terdengar nada sambung di telepon seluler Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto. Dari ujung telepon ada suara yang memberi tahu keberadaan sosok yang cukup disegani bagi kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Sragen.

“Beliaunya ada, Bu. Mangga kalau mau sowan,” ujar Tatag kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di sela-sela dialog ringan di teras depan Kantor Bupati Sragen, Kamis (21/6/2018).

“Ayo, sekarang saja,” timpal Yuni, sapaan Bupati, sembari bergegas menuju mobil dinasnya, Toyota Innova keluaran 2018.

Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno ikut bergegas menuju mobil dinas peninggalan mantan Wabup Daryanto, Honda CRV warna putih berpelat nomor AD 22 E. Sementara Sekda bersama rombongan pejabat lainnya masuk dalam satu mobil dinas berpelat AD 8 E, yakni Toyota Voxy berbodi Luxio tetapi berinterior Alphard.

Di mobil warna hitam itu ada Asisten II Suharto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen Tugiyono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen I Yusep Wahyudi, dan Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto.

Ketiga mobil itu bergerak keluar halaman Sekretariat Daerah (Setda) Sragen. Ternyata sosok di ujung telepon Sekda itu adalah mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman yang tinggal di Kampung Kuwungsari, Sragen Kulon, Sragen. Ketiga mobil itu berhenti di depan rumah berpagar kayu bekas bantalan rel.

Di halaman rumah itu sudah ada Sekretaris DPRD Sragen Joko Saryono bersama kedua pejabat Sekretariat DPRD (Setwan) lainnya. Agus Fatchur Rahman menyambut mantan rivalnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2011 dan 2015 itu dengan ramah.

Agus mengenakan kemeja biru dan bercelana jins biru. Seperti biasanya, satu per satu berjabat tangan dengan Ketua DPD II Partai Golkar Sragen itu seraya menyampaikan Selamat Idulfitri dan mohon maaf lahir batin.

Rombongan Yuni diterima Agus di teras rumah. Sambil duduk di kursi model lawas dengan meja berukuran besar memanjang mereka bercengkerama dan mengobrol ringan. Kedatangan Yuni seperti sosok keponakan yang lama tak bertemu dengan paman atau omnya.

Tanpa kata-kata formal, mereka berbicara tentang bermacam-macam topik. Kabar duka meninggalnya pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Sragen  Agus Tunarso menjadi perbincangan yang membawa duka mendalam. Figur Agus Tunarso cukup dikenal di kalangan mereka.

Topik soal kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang kabarnya Sragen mendapat 600 orang pun sempat terlontar dalam perbincangan Yuni dan Agus. “Aku tak mau ada titip-titipan. Syukur kalau diurus provinsi,” ujar Yuni.

“Kalau tidak mau apa aku terima saja... hahahahaha,” timpal Agus sambil tertawa.

Kelakar Agus membikin suasana mencair. Semua orang di teras itu tertawa lepas tanpa beban. “Ayo diulangi lagi makan dan minumnya!” pinta Agus.

Sesaat kemudian, Yuni bermaksud pamitan. Namun Agus memintanya menunggu sebentar. Agus berdiri dan pergi ke belakang. Tiba-tiba pintu depan terbuka dan Agus keluar dari pintu itu. Yuni pun dipersilakan masuk rumah.

Mereka berbicara empat mata. Entah apa gerangan yang mereka bicarakan. Para pejabat di teras masih melanjutkan perbincangan hangat, termasuk Wabup Dedy Endriyatno. Kurang dari 5 menit kemudian, Yuni keluar rumah seraya berpamitan.

Yuni enggan bercerita tentang wejangan Agus kepadanya saat bicara empat mata. Dalam pertemuan itu Agus sempat berpesan. “Bekerja yang baik dan hati-hati,” ujar Agus saat ditanya Solopos.com.

Tradisi balal yang dilakukan Yuni dan pejabat ke rumah Agus sudah berjalan tiga tahun terakhir. Sejak Yuni dilantik menjadi Bupati Sragen pada 4 Mei 2016, ia memiliki tradisi balal ke rumah Bupati sepuh. Apa yang Yuni lakukan selaras dengan slogan pemerintahannya, Guyup Rukun.