1,5 Hektare Hutan Puncak Dumiling Gunung Lawu Terbakar

Pendaki turun dari Gunung Lawu melalui jalur pendakian Ceto pada Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
21 Juni 2018 15:35 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Hutan di Puncak Dumiling Gunung Lawu, tepatnya di Tlaga Tiling petak 63A RPH Nglerak BKPH Lawu Utara, Karanganyar, yang terbakar  pada Selasa (19/6/2018) mencapai 1,5 hektare. Saat ini api seluruhnya sudah padam dan jalur pendakian ke Gunung Lawu juga sudah dibuka kembali pada Kamis (21/6/2018).

Pendakian ke Gunung Lawu ditutup sejak kebakaran terdeteksi pada Selasa sore. Upaya pertama yang dilakukan petugas dibantu sukarelawan adalah menutup jalur pendakian dan mengevakuasi ratusan pendaki di Gunung Lawu.

Keesokan harinya, Rabu (20/6/2018), sukarelawan memantau di sekitar lokasi kebakaran. Prioritas saat itu melokalisasi api dan memantau pendaki.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko, menyampaikan api sudah padam pada Rabu sore. Sebelumnya pada Rabu siang, Bambang menyampaikan masih ada satu titik api yang terpantau.

"Hujan yang mengguyur lereng Gunung Lawu mulai Selasa siang sampai malam mampu meredam titik api di Gunung Lawu. Pantauan rekan-rekan di Ceto, sampai saat ini kondisinya aman terkendali. Insya Allah api benar-benar sudah padam," kata Bambang saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Sebelumnya diinformasikan, jalur pendakian ke Gunung Lawu melalui pos Cemoro Sewu, Magetan, juga sudah dibuka kembali. Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Lawu Utara, Edy Saryono, mengatakan api yang membakar  hutan di petak 63A sudah padam.

"Pendakian sudah dibuka dari semua jalur. Tetapi sukarelawan masih berada di atas. Ada AGL [Anak Gunung Lawu] dan Relawan Ceto [Reco] masih di atas. Luas lahan yang terbakar 1,5 hektare," ujar Edy saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Ditanya tentang penyebab kebakaran hutan di Tlogo Tiling, Edy mengaku belum dapat memastikannya. "Kalau itu [penyebab kebakaran] belum tahu. Nah kalau penyebabnya orang bikin arang, saya rasa enggak mungkin. Itu [lokasi hutan yang terbakar] kan jurang. Asap akan kelihatan dari pos 3. Ini api padam karena hujan deras sejak pukul 12.00 WIB sampai malam," tutur dia.