Merajut Kebahagiaan Bangun Kampung Halaman ala Perantau Wonogiri

Tim dari Pawonmas menyerahkan bantuan pangan dan santunan kepada warga kurang mampu di Girimarto, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa/Agus Darmadi)
21 Juni 2018 13:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Suka cita melingkupi 39 anak yatim Desa Jatirejo, Jatiroto, Wonogiri. Sebelum Lebaran lalu mereka menerima santunan senilai Rp200.000/anak dari paguyuban perantau  pedagang mi ayam dan bakso dari desa setempat, Jatirejo Jaya.

Dengan santunan itu mereka bisa turut berbahagia merayakan Lebaran bersama anak-anak lainnya. Belum lama ini Paguyuban Jatirejo Jaya juga menggelar sunatan massal gratis. Empat anak memanfaatkan program tersebut. Mereka juga menerima sarung dan santunan.

Kepala Desa (Kades) Jatirejo, Wardiono, kepada Solopos.com, Rabu (20/6/2018), mengatakan tiga tahun ini paguyuban perantau di desanya rutin menyantuni anak yatim setiap momen Ramadan. Santunan diberikan kepada 30-40 anak setiap kegiatan.

Hal itu menunjukkan para perantau  memiliki kepedulian tinggi kepada warga kampung halaman mereka. Untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antara perantau, warga, dan pihak desa, Paguyuban Jatiretjo Jaya menggelar halalbihalal dan pangajian dengan segenap warga desa, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, dan jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) di desa setempat, Senin (18/9/2018) lalu.

“Kalau karang taruna mengajukan permohonan bantuan kepada paguyuban selalu direspons positif,” kata Kades saat dihubungi Solopos.com, Rabu (20/6/2018).

Ketua panitia kegiatan Paguyuban Jatirejo Jaya, Agung Suyato, mengatakan memberi kontribusi nyata untuk pembangunan kampung halaman sudah menjadi komitmen Jatirejo Jaya. Paguyuban ini memiliki 66 anggota yang mayoritas pedagang mi ayam dan bakso di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Setahun lagi kepengurusan paguyuban purna. Setelah terbentuk pengurusan baru, para anggota berupaya memasukkan program kerja prioritas seperti membangun gapura dan pengadaan penerangan jalan di Jatirejo.

“Bagaimana pun dulu kami hidup dengan udara, air, dan pangan dari Jatirejo. Sebisa mungkin kami akan selalu berkontribusi untuk kampung halaman,” kata Agung.

Bakul Bakso Guyub (BBG) mempunyai cara lain. Puluhan perantau dari Girimarto, Wonogiri, itu menyerahkan satu unit ambulans kepada kelompok masyarakat Girimarto pada 2017 untuk digunakan membantu warga yang membutuhkan ambulans gratis. Selain itu setahun sekali BBG menggelar pengajian akbar dan santunan kepada warga miskin dan duafa.

Wakil Ketua Paguyuban Wonogiri Manunggal Sedya (Pawonmas) Cabang Jakarta Selatan, Agus Darmadi, menuturkan tiga tahun ini Pawonmas berpartisipasi membedah lebih kurang 20 unit rumah tak layak huni (RTLH) di beberapa kecamatan di Wonogiri. Peguyuban beranggota aktif lebih kurang 1.500 perantau itu juga siap memberikan bantuan jika ada warga Wonogiri yang terdampak bencana.

“Tim juga sering menyerahkan bantuan pangan kepada warga kurang mampu,” ujar dia.

Ketua Paguyuban Masyarakat Rantau Sumberejo, Wuryantoro, Wonogiri, Supriyanto, mengatakan beberapa tahun terakhir paguyuban turut membangun empat ruas jalan dusun dan gapura di Desa Sumberejo. Dia akan membangun ruas jalan dusun lain agar mobilisasi warga lebih lancar, setidaknya jalan dirabat.