Kendaraan Lintasi Solo Selama Lebaran 2018 Turun 14,56%

Kendaraan melintas di Gerbang Tol Colomadu, Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Minggu (17/6 - 2018). (Solopos/Iskandar)
25 Juni 2018 02:30 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mencatat jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2018 lebih sedikit 14,56% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada H-7 Lebaran atau Jumat (8/6/2018) hingga H+7 Lebaran atau Sabtu (23/6/2018) mencapai 6,71 juta kendaraan.

Sementara pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun lalu, jumlah kendaraan yang melintasi Solo terdata mencapai 7,86 juta kendaraan. Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menyakini penurunan jumlah kendaraan keluar masuk Solo pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terjadi karena semakin banyak pemudik yang memanfaatkan fungsional tol Solo-Ngawi.

“Tol tetap menjadi favorit bagi pemudik karena memang menawarkan efisiensi waktu dan anggaran. Seperti diketahui, tol masih dibuka secara gratis pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” kata Ari saat diwawancara Solopos.com di sela-sela memantau arus lalu lintas jalanan Solo di CC Room Dishub Solo, Minggu (24/6/2018).

Ari memprediksi jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo pada arus mudik dan balik Lebaran tahun depan akan kembali naik. Hal itu seiring dengan mulai diberlakukannya penarikan retribusi pemanfaatan Tol Solo-Ngawi. Sebagian pemudik diyakini akan kembali memilih melewati jalan reguler atau jalan nasional yang tak dikenakan biaya. Dia berharap sejumlah pemudik tetap memanfatakan tol Solo-Ngawi guna menekan kepadatan arus lalu lintas di jalanan Kota Solo. Pemudik bisa memanfaatkan tol Solo-Ngawi dengan masuk lewat gerbang tol Salatiga, Colomadu, Ngemplak, Sragen, Ngawi 1, serta Ngawi 2.

“Jika boleh mengimbau, kami berharap para pemudik bisa tetap memasuki tol agar terhindar dan tidak ikut menyumbang kemacetan di jalanan Solo. Di Solo sendiri pada tahun depan akan ada pembangunan overpass Purwosari yang mungkin bakal berdampak pada penutupan akses perlintasan sebidang Purwosari atau Jl. Slamet Riyadi,” jelas Ari.

Ari menyampaikan Dishub Solo tak bisa mengandalkan flyover Manahan untuk menampung semua kendaraan yang tidak bisa melintasi perlintasan sebidang Purwosari jika overpass sudah mulai pembangunan  di sana. Dia mengatakan flyover Manahan tidak didesain untuk menampung kendaraan besar seperti bus dan truk mengingat lebar jalannya paling besar hanya 9 meter (untuk tiga lajur). Maka dari itu, jika perlintasan sebidang Purwosari ditutup, Dishub Solo otomatis harus mengalihkan kendaraan berat khususnya, masuk ke jalanan tengah kota. Hal itu jelas rawan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di jalan alternatif tersebut.

Sementara itu, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Mudi Prayitno, membeberkan pada masa angkutan Lebaran tahun ini, puncak arus mudik di Solo terjadi pada H-6 Lebaran atau Sabtu (9/6/2018). Pada saat itu jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo terdata mencapai 496.144 kendaraan. Sementara puncak arus balik Lebaran 2018 terjadi pada H+4 Lebaran Rabu (20/6/2018). Dishub Solo mencatat pada hari tersebut jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo mencapai 424.970 kendaraan. Dia menyebut lamanya waktu liburnya cukup membantu dalam memecah kepadatan arus lalu lintas selama masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Sebagai informasi, Dishub Solo memeroleh data jumlah kendaraan keluar masuk Solo dari hasil penghitungan secara manual oleh petugas yang ditempatkan di lima rest area. Petugas mendata dengan memanfaatkan aplikasi khusus yang terpasang di layar gawai. Petugas hanya tinggal mengklik atau menyentuh layar setiap kali melihat kendaraan keluar masuk. Hasil klik tersebut secara otomatis masuk ke database Dishub Solo.