3.500 Pemudik Boyolali Kembali Ke Jakarta

Pemudik menunggu pemberangkatan ke Jakarta dalam Mudik Gayeng Guyub Rukun bersama BUMN yang difasilitasi Jasa Raharja, Sabtu (23/6 - 2018) di halaman Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
25 Juni 2018 07:30 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI--Sekitar 3.500 pemudik asal Soloraya dan sekitarnya diberangkatkan kembali  ke Jakarta dalam “Mudik Gayeng Guyub Rukun” bersama BUMN yang difasilitasi Jasa Raharja, Sabtu (23/6/2018). Mereka diberangkatkan bersama-sama dari halaman Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali menggunakan 70 unit bus. Pemberangkatan balik ke Jakarta ini merupakan rangkaian mudik bareng diselenggarakan 9 Juni lalu dari Depok (Jakarta) menuju Solo.

“Hari ini Jasa Raharja melakukan kegiatan mudik balik dari kegiatan mudik bareng 9 Juni lalu. Hari ini [kemarin] kami berangkatkan saudara-saudara kita kembali ke Jakarta,” kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet kepada wartawan di sela-sela acara pemberangkatan.

Budi menambahkan, kegiatan mudik dan balik bareng ini dilakukan sebagai kontribusi dalam menekan angka korban dan kasus kecelakaan lalu lintas, serta mengurangi kemacetan di jalan raya. “Khususnya pemudik yang selama ini menggunakan sepeda motor, kita alihkan ke moda transportasi bus, kereta api, dan kapal laut,” ujarnya.

Dalam kegiatan mudik-balik yang sudah dilakukan tahun ketiga oleh Jasa Raharja ini, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan kenyamanan dan keselamatan para pemudik. Di antaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para sopir bus. “Mereka [sopir] terlebih dahulu dicek kesehatannya oleh tim medis yang meliputi pemeriksaan umum, tensi darah, dan bahkan tes urine. Ini sangat mendasar karena sopir ini yang membawa para pemudik kembali ke Jakarta,” imbuhnya.

Selain itu, bus-bus rombongan yang akan mengambl jalur arteri Pantura ini juga akan dipantau lokasinya di jalanan. Sehingga jika terjadi mogok atau halangan lain, penyelenggara segera mengambil tindakan seperti penggantian armada.

Selain menggunakan bus, pemberangkatan mudik-balik juga dilakukan menggunakan kereta api dari Surabaya, Malang, dan Solo dengan 4 rangkaian kereta atau 32 gerbong.

Dari Solo akan diberangkan dari Stasiun Purwosari, sebanyak 2 rangkaian (16 gerbong) menuju Jakarta pada Sabtu-Minggu (23-24/6/2018) dengan jumlah pemudik sekitar 1.216 orang. Dari Stasiun Pasarturi, Surabaya diberangkatkan sebanyak 1 rangkaian (8 gerbong) Sabtu (23/6/2018) menuju Jakarta dengan jumlah peserta 608 orang. Sedangkan dari Stasiun Kota Malang, diberangkatkan 1 rangkaian (8 gerbong) menuju Jakarta, Minggu (24/6/2018) dengan 608 pemudik.

Sementara itu, rombongan mudik-balik dengan bus ini dilepas Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono. Di sela-sela acara, Kapolda menyampaikan apresiasi kegiatan mudik-balik bareng ini. Menurutnya, mudik-balik sangat membantu masyarakat karena mereka dapat menghemat biaya perjalanan. Selain itu, mudik-balik bareng juga berkontribusi dalam mengurangi angka kecelakaan dan kemaccetan di jalan raya.

“Dan Pemerintah, BUMN dalam hal ini Jasa Raharja dengan menyiapkan bus untuk balik bareng ini sangat membantu kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, ini juga membantu masyarakat ongkos mudik sekeluarga bisa menelan biaya sampai Rp3 juta,” kata dia.

Kapolda juga berpesan kepada para sopir agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan beristirahat jika kelelahan. Dia juga titip pesan kepada penumpang agar mengingatkan sopir jika ngebut atau terlihat mulai lelah.

Pemudik asal Ngawi, Rufianto, 39, mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak yang menyelenggarakan mudik-balik gratis ini karena menghapus biaya perjalannya bersama 3 anggota keluarga dari Solo menuju Jakarta. “Dari Ngawi ke Solo kami naik bus biaya sendiri. Tak masalah,” ujarnya.